Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto menyatakan bahwa upaya pemulihan pascabencana di wilayah Sumatera dan Jawa Barat menunjukkan perkembangan yang progresif. Ia menggarisbawahi kemajuan signifikan dalam pemulihan infrastruktur dasar, layanan publik, dan sektor pendidikan di Sumatera.
Kondisi Sumatera
Bima Arya memaparkan bahwa konektivitas listrik di Sumatera Barat telah pulih sepenuhnya. Sementara itu, Sumatera Utara dan Aceh dilaporkan telah mencapai pemulihan listrik mendekati 100 persen. “Secara umum kegiatan belajar mengajar berjalan 100 persen, hanya sekitar 3 persen yang masih menggunakan kelas darurat. Kemudian listrik di Sumatera Barat terkoneksi 100 persen, di Sumut ada 1 persen dan juga di Aceh 1 persen yang masih belum tersambung,” ungkapnya dalam keterangan tertulis, Kamis (29/1/2025).
Pernyataan ini disampaikan Bima Arya seusai menjadi narasumber dalam program Khusus BTV Indonesia Outlook di Studio BTV, Pantai Indah Kapuk (PIK) 2, Tangerang, Banten, pada hari yang sama. Pemerintah menargetkan percepatan pemindahan pengungsi ke hunian sementara (huntara) dalam satu bulan ke depan guna memastikan tidak ada lagi warga yang tinggal di tenda darurat.
Terkait pelayanan publik, Bima Arya menegaskan bahwa kantor-kantor pemerintahan di wilayah terdampak di Sumatera pada umumnya telah kembali beroperasi normal. “Pelayanan publik juga sudah berjalan semua 100 persen, hanya di Aceh Tamiang yang masih memerlukan proses, tetapi pembersihan sudah tuntas di pusat pemerintahan di Kota Aceh Tamiang,” tegasnya.
Tantangan di Jawa Barat
Berbeda dengan kondisi di Sumatera, penanganan bencana di Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, masih menghadapi tantangan yang cukup besar. Bima Arya menjelaskan bahwa medan yang berat serta kondisi cuaca yang belum sepenuhnya mendukung proses evakuasi menjadi kendala utama.
Ia menambahkan, kedalaman timbunan material di lokasi bencana Cisarua dapat mencapai hingga 20 meter, yang sangat menyulitkan proses pencarian dan evakuasi korban. Meskipun demikian, seluruh sumber daya telah dikerahkan untuk penanganan. Warga terdampak juga telah menerima santunan atau insentif untuk mendukung relokasi sementara ke hunian yang lebih aman, baik di rumah kerabat maupun lokasi lainnya.






