Berita

Banjir 2 Meter di Bekasi, 3.000 Keluarga Desa Sukamekar Terpaksa Mengungsi

Advertisement

Bekasi – Luapan Kali CBL (Cikarang Bekasi Laut) menyebabkan banjir parah hingga ketinggian 2 meter di Desa Sukamekar, Kecamatan Sukawangi, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Akibatnya, sebanyak 3.000 keluarga terpaksa mengungsi dari rumah mereka yang terendam.

Kondisi Darurat di Sukamekar

Sekretaris Desa Sukamekar, Taufik, mengonfirmasi kondisi darurat tersebut. “Betul, banjir di Desa Sukamekar, Kecamatan Sukawangi, kondisinya sangat banjir,” ujarnya saat dihubungi, Jumat (23/1/2026).

Ia menjelaskan bahwa ketinggian air di beberapa titik, terutama di dekat bantaran Kali CBL, mencapai 2 meter. “Ada permukiman di dekat Kali CBL itu yang ketinggiannya bisa mencapai 2 meter, ya kondisinya rumah hampir habis ketutup banjir,” imbuh Taufik.

Banjir yang terjadi sejak Kamis (22/1/2026) ini memaksa ribuan warga mencari tempat aman. “Per KK itu hampir ada 3.000 kepala keluarga yang mengungsi, itu tadi ada yang di musala, di mesjid, di kantor desa, di rumah warga, dan gedung umum,” kata Taufik merinci lokasi pengungsian.

Proses Evakuasi Berlangsung

Saat ini, proses evakuasi warga yang masih terjebak di rumah mereka yang terendam banjir masih terus dilakukan. Petugas gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Republik Indonesia (Polri), dan pemadam kebakaran (damkar) dikerahkan menggunakan perahu karet.

Advertisement

“Saat ini dari pihak BPBD, dari TNI-Polri sedang evakuasi warga pakai perahu karet,” ujar Taufik.

Data BPBD Kabupaten Bekasi

Sebelumnya, BPBD Kabupaten Bekasi melaporkan bahwa 51 desa di 17 kecamatan di wilayah tersebut terendam banjir akibat hujan deras. Ketinggian air di Desa Sukamekar dilaporkan mencapai 130 cm.

Hingga Jumat (23/1/2026) pukul 11.30 WIB, tercatat 30.469 keluarga terdampak banjir. Dari jumlah tersebut, 2.412 keluarga telah mengungsi di 15 lokasi berbeda.

“KK terdampak 30.469 dan 2.412 KK mengungsi,” ujar Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bekasi, Dodi Supriadi.

Advertisement