Banjir bandang menerjang Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara, pada Selasa (6/1/2026) dini hari, merenggut nyawa sembilan warga dan menyebabkan ratusan lainnya mengungsi. Peristiwa tragis ini terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut sejak pukul 02.30 Wita.
Rincian Korban dan Dampak
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, melaporkan bahwa data sementara mencatat sembilan orang meninggal dunia, lima orang masih dalam pencarian, dan 17 lainnya mengalami luka-luka. Sebanyak 102 warga terpaksa mengungsi di Gedung GMIST Bethbara.
Tiga kecamatan dilaporkan terdampak parah, yaitu Kecamatan Siau Timur, Siau Timur Selatan, dan Siau Barat. Berdasarkan rekaman video yang diterima BNPB, banjir bandang membawa material bebatuan dan lumpur yang memenuhi jalanan hingga meluber ke permukiman warga.
Upaya Penanganan dan Kendala
Meskipun banjir telah surut pada siang hari, jaringan listrik dan komunikasi di Kepulauan Sitaro dilaporkan terputus. Abdul Muhari menambahkan, “Lima unit rumah dilaporkan hilang atau hanyut. Kerugian material lainnya masih dalam pendataan.”
Tim SAR gabungan masih berupaya melakukan evakuasi dan pencarian korban yang dilaporkan hilang. Namun, petugas menghadapi kendala dalam penyesuaian jadwal penyeberangan kapal menuju Kabupaten Kepulauan Sitaro, yang memperlambat proses penanganan.






