Berita

Banjir Daan Mogot Lumpuhkan Arus Lalu Lintas, Pengendara Terjebak 3 Jam

Advertisement

Jakarta – Hujan deras yang mengguyur wilayah Jakarta dan sekitarnya pada Kamis (29/1/2026) pagi menyebabkan banjir di sejumlah titik, salah satunya di Jalan Daan Mogot, Jakarta Barat. Genangan air dengan ketinggian mencapai 60 cm ini dilaporkan mengganggu aktivitas warga, terutama para pekerja yang hendak menuju kantor.

Ketinggian Air Capai 60 Cm

Informasi dari TMC Polda Metro Jaya melalui akun X resminya, menyatakan bahwa hanya kendaraan roda empat dan truk besar yang dapat melintasi area tersebut. Hingga pukul 11.05 WIB, banjir masih dilaporkan terjadi di depan rumah pompa Jalan Daan Mogot.

“Terdapat genangan air di depan rumah pompa Jalan Daan Mogot dengan ketinggian air sekitar 30-60 cm hanya bisa dilalui R4 atau truk besar,” tulis TMC Polda Metro.

Selain itu, TMC juga melaporkan adanya genangan air di dekat kantor Samsat Jakarta Barat. Pihak kepolisian mengimbau para pengendara untuk mencari jalur alternatif guna menghindari kepadatan lalu lintas.

“Situasi lalu lintas di Jalan Daan Mogot dekat kantor Samsat Jakarta Barat masih terdapat genangan air. Diimbau bagi Pengguna jalan tetap berhati-hati dan mencari jalur alternatif guna menghindari kepadatan,” demikian imbauan dari TMC.

Motor Lawan Arah Picu Kemacetan

Akibat genangan banjir, sejumlah pengendara motor terpaksa melawan arah untuk menghindari banjir, yang kemudian memicu kemacetan parah di lokasi tersebut. Kasat Lantas Polres Metro Jakarta Barat, Kompol Natasha Yudhasoka, menjelaskan situasi tersebut.

“Yang bikin macet karena motor banyak melawan arah. Menghindari banjir padahal dari dua sisi pun sama banjir dan bisa dilalui semua,” kata Kompol Natasha Yudhasoka saat dihubungi.

Namun, tak berselang lama, situasi lalu lintas berangsur membaik setelah polisi memberikan teguran kepada para pengendara motor yang melawan arah. Mereka diminta untuk putar balik dan tidak melawan arus.

“Sudah kami cairkan, sudah mengalir (lalu lintas). Nggak (ditilang), kami beri teguran dan kami minta untuk putar balik tidak melawan arus,” ujarnya.

Warga Terjebak Macet 3 Jam

Seorang warga bernama Valentina N., mengaku terjebak macet hingga tiga jam di Jalan Daan Mogot saat banjir terjadi pagi tadi. Ia akhirnya memutuskan untuk kembali pulang dan tidak melanjutkan perjalanan ke kantor.

Advertisement

“Yes bener kena macet stuck 3 jam dan akhirnya puter balik pulang. Saya dari Cengkareng mau ngantor di Grogol,” kata Valentina, Kamis (29/1/2026).

Valentina, yang menggunakan skuter matik, menceritakan bahwa sebelum terjebak macet parah di dekat Halte Pulo Nangka, ia sudah melewati beberapa titik genangan banjir di Tegal Alur, Taman Kencana, dan Taman Palem.

Dalam video yang diunggahnya di Instagram Story, terlihat sejumlah pengendara motor mematikan mesin dan turun dari motor karena ketinggian banjir di dekat Halte Pulo Nangka mencapai lebih dari 30 cm, atau setara lutut orang dewasa. Beberapa motor juga dilaporkan mogok setelah nekat menerobos banjir.

“Motor mogok yang kecil ya,” ucapnya.

Ia mengaku keluar rumah sekitar pukul 07.00 WIB. Setelah dua jam menunggu macet yang tak kunjung terurai, ia memutuskan untuk kembali ke rumah.

“Aku pelan-pelan jalan ke jalur cepat, ya nunggu 2 jamlah sampe ke Halte Jembatan, baru tuh fotoin deh, dan stuck di situ, cuma jalan lagi sampai Halte Pulo Nangka tapi nggak sanggup lihat banyak motor mogok, jadi puter balik deh pulang,” ujarnya.

Valentina menambahkan bahwa arus lalu lintas pada pagi itu sudah tidak teratur akibat banyaknya pengendara motor yang melaju melawan arah, bahkan hingga masuk ke jalur Transjakarta.

Harapan Penanggulangan Banjir

Menurut Valentina, Jalan Daan Mogot memang kerap tergenang banjir setelah hujan deras dengan durasi lama. Ia berharap ada penanggulangan banjir yang lebih efektif, salah satunya dengan pengelolaan sampah yang baik agar tidak menyumbat saluran air.

“Mending sampah diolah yang bener dan banjir yang terjadi di Daan Mogot karena sumbatan air sebenarnya, balik lagi karena sampah yang tidak dikelola dengan baik. Menurut saya nggak usah modifikasi cuaca, percuma buang uang, dampaknya pun jadi ke daerah lain kasihan,” tuturnya.

Advertisement