Jakarta – Penyanyi Betrand Peto memberikan klarifikasi mengenai keputusannya pindah dari rumah Sarwendah dan memilih tinggal bersama Ruben Onsu. Ia menegaskan bahwa perpindahan tersebut bukan disebabkan oleh adanya masalah keluarga.
Obrolan dengan Ruben Onsu Jadi Pemicu
Betrand Peto, yang kini berusia 20 tahun, mengungkapkan bahwa keputusan ini berawal dari percakapan dengan ayah angkatnya, Ruben Onsu. Saat Ruben Onsu akan melaksanakan ibadah umrah pertama, ia sempat meminta Betrand untuk menemaninya sepulang dari Tanah Suci.
“Sebenarnya sudah lama juga. Semenjak waktu kemarin itu pas ngobrol sama Ayah, kan Ayah umrah pertama kan. Habis itu pas pulang umrah kata Ayah, ‘Temenin Ayahlah di rumah, gitu. ‘Ayah sendiri di rumah’, dia bilang kayak gitu,” cerita Betrand Peto di studio Pagi Pagi Ambyar, Jumat (13/2/2026).
Restu dari Sarwendah
Permintaan Ruben Onsu disambut baik oleh Betrand Peto. Ia mengaku memang sudah memiliki niat untuk tinggal bersama Ruben. Sebelum memutuskan pindah, Betrand terlebih dahulu berbicara dengan Sarwendah.
“Aku bilang sama Bunda, ‘Bunda, kayaknya aku mau nemenin Ayah, mau tinggal sama Ayah’, gitu. Terus kata Bunda, ‘Ya gak apa-apa. Itu pilihan Koko sendiri, jadi ya Onyo yang jalanin’, gitu,” ungkapnya.
Enam Bulan Tinggal Bersama Ruben Onsu
Pelantun lagu “Kamu Berhak Bahagia” ini telah menempati rumah Ruben Onsu selama kurang lebih enam bulan. Betrand Peto menyatakan bahwa sebagai anak laki-laki, ia memiliki kedekatan emosional yang kuat dengan Ruben Onsu.
“Cuman karena emang waktu itu aku ke tempat Bunda emang karena adik-adik juga, kan. Cuma karena emang maksudnya tinggal juga kan sama ayah sendiri, kan. Bukan sama orang lain. Jadi gak ada masalah,” tegasnya.
Kondisi Thalia dan Thania
Mengenai kondisi adik-adiknya, Thalia dan Thania, Betrand Peto menjelaskan bahwa mereka sering menghubunginya untuk sekadar bermain bersama. Namun, saat ini kedua adiknya juga sudah memiliki kesibukan masing-masing.
“Mereka juga sudah ada kayak pergaulan sendiri kan. Thalia sudah punya temannya, sudah nongkrong di cafe, kayak gitu,” tutur Betrand Peto.
(pus/wes)






