Berita

BMKG Prediksi Jabodetabek Diguyur Hujan Lebat hingga 23 Januari Akibat Fenomena Atmosfer

Advertisement

Jakarta – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi wilayah Jabodetabek akan dilanda hujan lebat hingga tanggal 23 Januari 2026. Intensitas hujan yang meningkat ini disebabkan oleh kombinasi beberapa fenomena atmosfer yang terjadi secara bersamaan.

Faktor Pemicu Hujan Lebat

Menurut keterangan resmi BMKG melalui akun Instagram @infobmkg pada Minggu (18/1/2026), peningkatan curah hujan di Jabodetabek dipicu oleh beberapa kondisi atmosferik. “Peningkatan hujan ini dipengaruhi oleh beberapa kondisi atmosfer yang terjadi bersamaan,” tulis BMKG.

Beberapa faktor utama yang berkontribusi terhadap peningkatan hujan lebat di Jabodetabek meliputi:

  • Adanya bibit siklon tropis 96S dan 97S.
  • Terjadinya seruakan dingin (cold surge).
  • Aktifnya gelombang atmosfer Rossby dan Kelvin.
  • Kondisi udara yang sangat lembab di berbagai lapisan ketinggian.
  • Atmosfer yang labil.

BMKG menjelaskan bahwa kombinasi dari faktor-faktor tersebut, khususnya bibit siklon dan kelembaban udara yang tinggi, berpotensi besar untuk meningkatkan pertumbuhan awan cumulonimbus. Awan jenis ini merupakan pembawa hujan lebat.

Advertisement

“Kombinasi ini berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan cumulonimbus di sebagian besar Jabodetabek,” jelas BMKG.

Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang mungkin terjadi selama periode puncak musim hujan ini.

Advertisement