Xabi Alonso hanya mampu bertahan selama delapan bulan membesut Real Madrid. Pelatih asal Spanyol itu memimpin tim dalam 34 pertandingan, meraih 24 kemenangan, empat hasil imbang, dan enam kekalahan sebelum akhirnya digantikan oleh Alvaro Arbeloa. Mantan pelatih Madrid, Carlo Ancelotti, menyatakan simpati atas nasib yang menimpa Alonso.
Drama Ruang Ganti dan Kegagalan di Final
Perjalanan Alonso di Santiago Bernabeu tidak lepas dari drama. Salah satu isu yang mencuat adalah ketidakakurannya dengan bintang muda Vinicius Jr. Sang pemain dilaporkan kerap memprotes keputusan Alonso yang menariknya keluar dari lapangan, menciptakan ketegangan di ruang ganti.
Situasi semakin memburuk setelah Real Madrid menelan kekalahan dari Barcelona di final Piala Super Spanyol. Hasil tersebut semakin memperkecil peluang Alonso untuk mempertahankan posisinya.
Ancelotti: Adaptasi dan Waktu Jadi Kunci
Menanggapi kegagalan Alonso, Carlo Ancelotti memberikan pandangannya. Menurut Ancelotti, kegagalan Alonso di Real Madrid disebabkan oleh masalah adaptasi dan minimnya waktu yang diberikan.
“Alonso banyak menghadapi kesulitan di Madrid, terutama soal adaptasi. Itu merupakan komponen penting bagi seorang pelatih,” ungkap Ancelotti, dilansir dari Tribuna. Ia menambahkan, “Alonso tidak mendapat waktu yang cukup.”
Alonso Dikabarkan Merapat ke Premier League
Meski demikian, karier kepelatihan Xabi Alonso tidak terhenti. Kabar beredar menyebutkan bahwa Alonso akan melanjutkan perjalanannya ke Premier League. Liverpool dan Manchester City disebut-sebut menjadi destinasi potensial bagi mantan gelandang timnas Spanyol tersebut.
Sumber: 90Menit.ID






