Liverpool menghadapi krisis di lini depan menjelang dibukanya bursa transfer Januari. Klub berjuluk The Reds itu dipastikan kehilangan penyerang andalannya, Alexander Isak, yang mengalami cedera patah tulang fibula dan diprediksi absen selama beberapa bulan. Isak bahkan telah menjalani operasi dan kini dalam masa pemulihan.
Cedera Isak menambah daftar panjang pemain Liverpool yang bermasalah di lini serang. Sebelumnya, Cody Gakpo juga sudah lebih dulu menepi karena cedera. Situasi semakin pelik dengan kepergian Mohamed Salah yang akan membela Mesir di ajang Piala Afrika 2025.
Dengan kondisi tersebut, stok penyerang Liverpool kian menipis. Saat ini, hanya Hugo Ekitike, Federico Chiesa, dan winger muda Rio Ngumoha yang tersisa dan siap diturunkan. Kondisi ini memicu spekulasi mengenai manuver Liverpool di bursa transfer Januari.
Rumor Antoine Semenyo Menguat
Salah satu nama yang santer dikaitkan dengan Liverpool adalah Antoine Semenyo dari Bournemouth. Meskipun Semenyo bukan seorang striker murni, mantan bek Liverpool, Jamie Carragher, memprediksi klub akan memprioritaskan pemain tersebut.
Carragher berpendapat bahwa gaya bermain Semenyo yang bisa beroperasi di kedua sisi sayap akan sangat cocok dengan kebutuhan tim. Mengingat Gakpo dan Salah juga bisa bermain sebagai penyerang tengah, Liverpool dinilai akan lebih cenderung merekrut pemain seperti Semenyo ketimbang mencari striker murni.
“Fakta bahwa dia pemain di lebar lapangan, yang bisa main di kedua sisi, dan dua pemain sayap andalan Anda adalah Gakpo dan Salah. Keduanya bisa main sebagai penyerang tengah dan rasanya Liverpool mungkin akan cenderung menempuh jalan itu (merekrut Semenyo) alih-alih mengejar striker atau membeli seseorang yang tak terlalu disukai,” ungkap Carragher dikutip Liverpool Echo.
Carragher menambahkan bahwa Liverpool mungkin akan mencari solusi jangka pendek, serupa dengan rekrutmen pemain belakang beberapa tahun lalu. “Mereka tampak sangat menyukai Semenyo, sebagaimana tim-tim lainnya. Saya ingat lagi ke langkah Liverpool beberapa tahun lalu, saat mereka punya sejumlah bek tengah yang absen. Mereka merekrut seseorang dari Preston dan satu lagi dari luar negeri.”
“Mereka saat itu memang tidak akan menjadi pemain masa depan Liverpool, itu cuma untuk mengamankan keadaan sampai akhir musim. Liverpool mungkin menemukan striker untuk melakukan itu, tapi rasanya mereka tidak akan menghabiskan banyak orang untuk seseorang yang tidak mereka terlalu suka saat ini.”






