San Diego – Nasib Hirving ‘Chucky’ Lozano di Major League Soccer (MLS) kini berada di ujung tanduk. Baru satu musim berseragam San Diego FC, bintang Meksiko ini dikabarkan diminta untuk segera mencari klub baru. Keputusan mengejutkan ini diungkapkan langsung oleh Direktur Olahraga San Diego FC, Tyler Heaps, yang menyatakan Lozano tidak lagi masuk dalam rencana masa depan klub untuk kompetisi 2026.
“Kami telah berkomunikasi dengan Hirving dan perwakilannya bahwa dia tidak akan menjadi bagian dari rencana olahraga kami ke depan,” ujar Heaps seperti dikutip ESPN, Sabtu (10/1/2026). Ia menambahkan bahwa langkah ini diambil setelah melalui diskusi mendalam bersama pemilik klub, jajaran manajemen, hingga pelatih Mikey Varas. Saat ini, San Diego FC tengah berupaya mencari solusi terbaik untuk kepindahan sang pemain.
Gaji Tertinggi Kelima di MLS
Keputusan untuk melepas Lozano terbilang berani, mengingat statusnya sebagai Designated Player pertama dalam sejarah San Diego FC sejak didatangkan dari PSV Eindhoven tahun lalu. Lozano dikontrak selama empat tahun hingga 2028. Berdasarkan data Capology, gajinya mencapai sekitar 6 juta USD per tahun, menjadikannya salah satu pemain dengan kompensasi tertinggi di MLS.
Tahun lalu, Lozano tercatat sebagai pemain dengan gaji tertinggi kelima di liga, dengan total kompensasi yang dijamin mencapai 7,6 juta USD (sekitar Rp 118 miliar). Besarnya nilai kontrak ini diprediksi akan menjadi tantangan tersendiri dalam proses transfernya ke klub lain. “Saat ini, kami terbuka untuk opsi apa pun. Kami percaya bahwa penjualan permanen adalah yang terbaik bagi semua pihak,” tambah Heaps.
Faktor Gaya Main dan Hubungan yang Retak
Di balik keputusan ini, bukan hanya performa yang menjadi pertimbangan utama. Meskipun berhasil mencetak 9 gol dan 10 assist dari 27 pertandingan, Lozano dinilai kurang cocok dengan skema permainan tim. Selain itu, keretakan hubungan antara Lozano dan manajemen klub sudah mulai terlihat sejak musim gugur lalu.
Hirving Lozano sempat dicoret dari daftar skuad dalam dua pertandingan menjelang babak playoff Oktober lalu, menyusul laporan perselisihan di ruang ganti. Meskipun sempat meminta maaf dan kembali bergabung dengan tim, ia kehilangan posisi sebagai starter dalam tiga laga terakhir babak postseason saat San Diego FC melaju hingga final Wilayah Barat.
Situasi Lozano menjadi sorotan mengingat San Diego FC merupakan klub baru di MLS yang sedang dalam tahap membangun identitas. Keputusan untuk melepas pemain bintang dengan gaji besar ini mengindikasikan adanya perubahan arah proyek olahraga klub menjelang musim 2026. Kini, pemain yang pernah membawa Napoli meraih Scudetto tersebut harus bersiap mencari klub baru di usianya yang kini menginjak 30 tahun.






