Jakarta – Artis dan investor Deddy Corbuzier menekankan pentingnya kombinasi kreativitas, adaptasi, dan idealisme bagi para pelaku industri kreatif muda di Indonesia. Pesan ini disampaikan saat ia bersama Flux Creative Universe (FCU) menanamkan investasi lebih lanjut ke para founder muda di awal tahun 2026.
Investasi pada Talenta Muda
Deddy Corbuzier, sebagai investor utama FCU, bertemu dengan 11 partner muda yang berada di bawah naungan FCU. Ia memberikan petuah kepada para pendiri bisnis kreatif ini. “Semua orang punya peluang yang sama, semua punya kesempatan yang sama. Tinggal pintar-pintaran saja, adu kreatif, adu karakter. Kalau lebih pintar, lebih kreatif, dan karakternya lebih kuat, pasti dia akan di atas,” ujar Deddy dalam keterangan resmi yang diterima pada Sabtu, 24 Januari 2026.
Investasi yang digelontorkan Deddy kali ini tidak hanya menyasar agensi digital. Empat agensi digital baru mendapatkan suntikan dana, sementara investasi juga merambah ke sektor homeless media, drama TikTok, kecerdasan buatan (AI), hingga pengembangan unit bisnis di LinkedIn.
Kreativitas Harus Dibarengi Idealisme dan Daya Tahan
Lebih lanjut, ayah dari Azka Corbuzier ini menegaskan bahwa kreativitas saja tidak cukup. Ia menekankan pentingnya daya tahan diri yang kuat bagi para pengusaha muda. “Kita boleh berkreativitas tapi idealisme juga jangan dibuang ke tong sampah. Jadi antara kreativitas, adaptasi, dan idealisme harus jalan bareng,” tuturnya.
Rekam Jejak FCU yang Gemilang
Flux Creative Universe sendiri memiliki rekam jejak yang impresif. Pada Desember 2025, FCU berhasil mencetak Rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai Agensi Kreatif dengan Akumulasi Penonton Konten Digital Terbanyak di Indonesia, dengan total 2,3 miliar penonton. Prestasi ini diperkuat oleh sejumlah kampanye viral dan empat penghargaan di ajang Marketeers Digital Marketing Heroes (MDMH) 2025.
Ambisi FCU di Industri Kreatif
Melalui kerja sama investasi ini, Deddy Corbuzier berharap industri kreatif Indonesia dapat berkembang pesat dan memiliki potensi besar di masa depan. Sementara itu, Yohanes Auri selaku Founder dan CEO FCU memiliki ambisi untuk menjadi ‘Avengers’-nya di industri kreatif Tanah Air.
“Investasi pada talenta muda menjadi bukti nyata komitmen Flux Creative Universe dalam membangun industri kreatif Indonesia yang lebih kuat, adaptif, dan berdaya saing global,” kata Yohanes Auri. Ia menambahkan bahwa FCU saat ini menaungi delapan pilar bisnis kreatif yang saling terhubung, meliputi Creative Agency, Homeless Media, Media Buying, Production House, Drama TikTok, Event Organizer, Digital Capital, serta AI & Tech. Ekosistem bisnis yang solid ini memungkinkan FCU menawarkan layanan end-to-end, mulai dari kampanye digital, proyek UGC viral, homeless media dengan jutaan pengikut, video komersial, drama TikTok, layanan KOL, iklan digital, hingga penempatan di televisi.






