Madrid – Gelandang Argentina, Angel Di Maria, mengungkapkan pandangannya mengenai pemecatan Xabi Alonso dari kursi kepelatihan Real Madrid. Di Maria menilai Alonso tetap merupakan pelatih hebat, namun terbentur tekanan luar biasa yang melekat pada klub raksasa Spanyol tersebut.
Xabi Alonso harus mengakhiri masa baktinya sebagai pelatih Real Madrid pada pertengahan Januari lalu, hanya tujuh bulan setelah ditunjuk. Pemecatan ini terjadi menyusul kekalahan 2-3 dari Barcelona dalam laga final Piala Super Spanyol. Alonso, yang diharapkan menjadi suksesor Carlo Ancelotti, memulai kariernya sebagai juru taktik Madrid dengan performa menjanjikan. Namun, seiring berjalannya waktu, performa tim mengalami penurunan. Muncul pula kabar mengenai ketidakmampuan Alonso dalam mengendalikan ruang ganti, dengan laporan bahwa ia tidak disukai oleh sejumlah bintang Los Blancos.
Posisi Alonso kemudian digantikan oleh Alvaro Arbeloa, mantan pemain Madrid. Di Maria, yang pernah bermain bersama Alonso di Santiago Bernabeu, mengaku terkejut dengan keputusan pemecatan tersebut. Ia berargumen bahwa Madrid masih berada di jalur yang tepat dalam persaingan LaLiga dan Liga Champions.
“Mbappe sudah mengatakan bahwa itu bukanlah kegagalan karena dia hanya kalah di final Piala Super melawan Barcelona, yang tidak terlalu buruk,” ujar Di Maria dikutip dari AS. Ia menambahkan, “Masalahnya, tekanan di Madrid tidak mudah. Kesabaran sangat terbatas di klub sebesar itu dan mereka menginginkan hasil yang cepat, tetapi dia adalah pelatih yang hebat.”
Di Maria menekankan bahwa tingginya tuntutan untuk selalu meraih hasil optimal di klub sebesar Real Madrid menjadi faktor krusial. Satu kekalahan, seperti yang terjadi di final Piala Super, terbukti cukup untuk mengakhiri masa kepelatihan Alonso. Meski demikian, Di Maria tetap teguh pada pendiriannya bahwa Alonso memiliki kapasitas sebagai pelatih yang mumpuni.
(Video terkait: Lyon Pinjam Endrick dari Real Madrid Sampai Akhir Musim)
Sumber: 90Menit.ID






