Selebriti

Dustin Tiffani Pasang Target Besar: Bangun Kerajaan Bisnis dan Jadi Bos di 2026

Advertisement

Presenter dan kreator konten Dustin Tiffani mematok target ambisius untuk tahun 2026. Ia bertekad memperkuat kiprahnya di dunia digital dan merambah ke berbagai lini, termasuk menjadi seorang pro player atau live streaming gamer.

Karier Digital dan Dunia Gaming

Dustin mengungkapkan harapannya agar kariernya di dunia digital semakin solid dan berkembang. “Ya harap karier gue yang pastinya semoga di perduniaan digital makin kuat, makin kencang. Mau di lini dunia digital YouTube, terus televisi, terus bahkan sekarang saya menjadi pro player aka live streaming gamers,” ujar Dustin kepada detikcom di Studio Trans TV, Mampang, Jakarta Selatan, pada Senin (11/1/2026).

Saat ini, Dustin telah aktif sebagai streamer game. Ia mengaku rutin melakukan siaran langsung beberapa kali dalam sepekan. “Dustin streaming, Dustin gamers. Jamnya itu setiap main saya tiap bisa seminggu empat kali di jam 10-an. Sudah siap live streaming. Malam jam 10, jam 10 malam pastinya. Namanya ‘Batuk Gaming’ di situ,” jelasnya.

Mimpi Membangun Kerajaan Bisnis

Lebih dari sekadar popularitas, Dustin memiliki mimpi besar untuk tahun 2026, yaitu membangun usaha sendiri dan menciptakan lapangan pekerjaan. “Ya mungkin pengin banget punya kerajaan sendiri ya, jadi kita bisa bekerja punya usaha sendiri, menghasilkan sesuatu misalnya dari YouTube sendiri dan bisa mempekerjakan orang gitu,” tuturnya.

Advertisement

Keinginan ini mendorong Dustin untuk menjadi seorang bos bagi bisnis yang akan dirintisnya. “Pengin, pengin. Dan pengin usaha-usaha juga nantinya,” katanya.

Pencapaian Pribadi dan Rencana Keluarga

Terkait pencapaian pribadi, Dustin bersyukur telah memiliki rumah sejak tahun 2024. “Oh kalau rumah sudah kemarin alhamdulillah di tahun 2024 kemarin. Jadi tinggal ya kalau anak sedikasihnya, seiring berjalannya waktu,” ungkapnya.

Mengenai rencana memiliki anak, Dustin menyatakan bahwa ia dan sang istri sudah memiliki program khusus. “Program ada, kita harus tetap terkoordinasikan program anak,” pungkasnya.

Advertisement