Sepakbola

Federasi Irlandia Dikecam Usai Setuju Lawan Israel di UEFA Nations League

Advertisement

Dublin – Keputusan Federasi Sepakbola Irlandia (FAI) untuk tetap menghadapi Israel di ajang UEFA Nations League menuai kritik tajam. Sikap FAI dinilai berubah-ubah atau plin-plan, terutama setelah adanya mosi sebelumnya yang menuntut boikot terhadap Israel.

Undian Grup dan Pernyataan FAI

Dalam pengundian UEFA Nations League yang digelar pada Jumat (13/2/2026) dini hari WIB, Republik Irlandia tergabung di Grup B3, League B, bersama Israel, Austria, dan Kosovo. Pertandingan melawan Israel dijadwalkan berlangsung dua kali pada September dan Oktober mendatang.

Menanggapi hasil undian tersebut, FAI mengeluarkan pernyataan resmi yang menegaskan kesiapannya untuk bertanding. Federasi sepakbola Irlandia menyatakan kekhawatiran akan sanksi diskualifikasi jika menolak bermain. “Meskipun telah berkonsultasi dengan pejabat UEFA, Asosiasi menyadari peraturan UEFA menetapkan jika sebuah asosiasi menolak bermain dalam sebuah pertandingan, maka pertandingan tersebut akan dinyatakan kalah dan tindakan disiplin lebih lanjut dapat diambil, termasuk kemungkinan diskualifikasi dari kompetisi,” demikian bunyi pernyataan FAI.

Pertanyakan Konsistensi Keputusan

Sikap FAI ini sontak menimbulkan pertanyaan, mengingat pada November lalu, mayoritas anggota federasi mendukung mosi untuk memboikot Israel dari berbagai ajang UEFA akibat dugaan genosida di Gaza. Stuart Gilhooly, seorang pengacara yang mewakili FAI, menyuarakan kebingungannya atas inkonsistensi ini.

“Kami mendukung, bersama dengan Asosiasi Pendukung Pesepakbola, mosi Bohemians yang disahkan di Majelis Umum FAI,” ujar Gilhooly, merujuk pada mosi yang diajukan oleh klub Bohemians. Ia menambahkan, “Jika kami konsisten, kita harus berpandangan jika berpikir Israel harus dilarang dari kompetisi Eropa atau dari UEFA, maka kami boleh berpartisipasi saat mereka justru tidak dilarang. Kami berpandangan bahwa pertandingan ini tidak boleh dilanjutkan.”

Advertisement

Saran untuk Membawa Kembali ke Rapat Umum

Gilhooly menyarankan agar masalah ini dibawa kembali ke forum yang lebih tinggi di dalam FAI untuk mendapatkan keputusan yang lebih tegas. Ia menekankan pentingnya konsistensi dengan keputusan yang telah diambil sebelumnya.

“Satu-satunya cara untuk mengatasi hal ini adalah dengan membawa masalah ini kembali ke rapat umum, tempat di mana suara tersebut berasal,” tuturnya. “Pada awal November, Bohemians mengajukan usulan tersebut, yang didukung kami dan kelompok pendukung, dan 93 persen memilih untuk mendukungnya. Suara mayoritas yang sangat besar. Hal yang tepat saat ini adalah membawa kembali usulan tersebut ke rapat umum dan mengatakan jika ini yang kami katakan pada November, apakah kami akan mempertahankan keyakinan kami atau tidak?”

Keputusan FAI ini menempatkan mereka dalam posisi sulit, di mana mereka harus menyeimbangkan antara tuntutan moral dan peraturan kompetisi internasional.

Sumber: 90Menit.ID

Advertisement