Sepakbola

Georgi Minoungou: Perjuangan Inspiratif Pemain Satu Mata di Piala Afrika 2025

Advertisement

Kisah luar biasa datang dari dunia sepak bola Afrika. Georgi Minoungou, pemain Tim Nasional Burkina Faso, membuktikan bahwa keterbatasan fisik bukanlah halangan untuk meraih mimpi. Ia tampil membela negaranya di Piala Afrika 2025 dengan hanya mengandalkan satu mata.

Infeksi Parah Mengancam Karier

Pada tahun 2023, karier Minoungou terancam berakhir ketika ia terserang infeksi mata yang parah. Infeksi tersebut menyebabkan mata kirinya kehilangan penglihatan total. Dokter bahkan sempat memperingatkan pemain berusia 23 tahun itu bahwa kariernya di dunia sepak bola bisa saja tamat.

Namun, Minoungou menolak untuk menyerah. Pemain yang lahir di Pantai Gading dan dinaturalisasi menjadi warga Burkina Faso ini memilih untuk terus berjuang. Ia tidak membiarkan disabilitas menghalangi mimpinya untuk berlaga di pentas internasional.

“Saya Bisa Berbuat Lebih Baik dengan Satu Mata”

Semangat juang Minoungou terpancar dari kata-katanya. “Saya hanya punya satu mata, tapi saya bisa berbuat lebih baik daripada mereka yang punya dua mata. Itulah pola pikir saya,” ungkap Minoungou, seperti dilansir dari Bein Sports.

Advertisement

Pola pikir positif ini terbukti membuahkan hasil. Sebelum membela timnas, Minoungou berhasil membawa klubnya, Seattle Sounders, menjuarai Leagues Cup 2025, mengalahkan Inter Miami yang diperkuat Lionel Messi. Debutnya bersama Timnas Burkina Faso terjadi pada 5 September, dan ia kemudian terpilih untuk memperkuat tim di Piala Afrika 2025.

Peran Krusial di Piala Afrika 2025

Di Piala Afrika 2025, Minoungou langsung menunjukkan kontribusinya. Ia mencetak gol pertama untuk Burkina Faso dalam pertandingan melawan Guinea Equatorial, yang berakhir dengan kemenangan 2-1 untuk timnya. Berkat penampilan gemilangnya, Burkina Faso berhasil lolos dari fase grup.

Timnas Burkina Faso, yang dijuluki The Stallions, memastikan diri melaju ke babak 16 besar setelah meraih kemenangan 2-0 atas Sudan pada Rabu (31/12/2025) malam WIB. Perjuangan Minoungou menjadi inspirasi bagi banyak orang, menunjukkan bahwa tekad dan semangat pantang menyerah dapat mengatasi segala rintangan.

Advertisement