Madrid – Pelatih Barcelona, Hansi Flick, menilai kekalahan telak timnya 0-4 dari Atletico Madrid dalam leg pertama semifinal Copa del Rey, Jumat (13/2/2026), bukanlah malam terburuk dalam kariernya. Menurutnya, kekalahan dari Inter Milan di semifinal Liga Champions musim lalu jauh lebih menyakitkan.
Barcelona Dibantai di Metropolitano
Pertandingan yang digelar di Stadion Metropolitano tersebut berjalan brutal bagi Barcelona. Sejak awal babak pertama, gawang Blaugrana langsung dibombardir oleh Atletico. Gol bunuh diri Eric Garcia pada menit keenam membuka keunggulan tuan rumah. Antoine Griezmann, Ademola Lookman, dan Julian Alvarez kemudian menambah pundi-pundi gol Atletico di babak yang sama.
Situasi Barcelona semakin memburuk ketika Pau Cubarsi berhasil mencetak gol balasan, namun dianulir. Penderitaan tim tamu bertambah dengan kartu merah yang diterima Eric Garcia, membuat Barcelona harus menyelesaikan pertandingan dengan 10 pemain.
Peluang Tipis ke Final
Kekalahan telak ini praktis membuat peluang Barcelona untuk melaju ke final Copa del Rey semakin tipis. Mereka harus mampu mengalahkan Atletico Madrid dengan selisih lima gol pada leg kedua yang akan digelar bulan depan.
Flick Bandingkan dengan Inter Milan
Meskipun statistik dari MisterChip menunjukkan bahwa kekalahan 0-4 dari Atletico ini merupakan yang terburuk dalam karier Hansi Flick, sang pelatih memiliki pandangan berbeda. Ia secara tegas menyatakan bahwa momen tersebut bukanlah yang terburuk baginya.
“Apakah ini malam terburuk di dalam karier saya? Tidak tuh,” ungkap pelatih asal Jerman itu dilansir Marca. “Malam terburuk saya itu melawan Inter, itu yang terburuk. Di sini kami punya peluang untuk comeback. Kami tahu hal itu tidak akan mudah, tapi kami akan berusaha,” ucap Hansi Flick.
Barcelona memang disingkirkan oleh Inter Milan pada semifinal Liga Champions musim lalu dengan agregat 6-7. Barcelona takluk 3-4 pada leg kedua setelah sempat unggul 3-2 hingga akhir waktu normal, namun kebobolan dua gol di masa injury time.
Sumber: 90Menit.ID






