Selebriti

Istri Fiersa Besari Ditabrak Mobil di Stasiun Gambir, Alami Cedera Kaki

Advertisement

Istri musisi Fiersa Besari, Aqia, mengalami cedera pada kaki kirinya setelah ditabrak mobil dari belakang saat sedang menurunkan koper dari taksi. Peristiwa nahas tersebut terjadi di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, pada Sabtu (3/1/2026) pagi.

Aqia sempat dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk menjalani pemeriksaan rontgen. Melalui unggahan di media sosial, Aqia memperlihatkan dirinya berjalan menggunakan alat bantu tongkat dan kaki kirinya yang disanggah menggunakan papan.

“New year, new me,” tulis Aqia dalam unggahannya yang dilihat pada Minggu (4/1/2026), menyertai foto dirinya yang sedang berjuang untuk berjalan.

Penanganan Medis dan Hasil Rontgen

Setelah mendapat penanganan awal dari petugas medis di ruang kesehatan KAI Stasiun Gambir, Aqia segera dibawa ke rumah sakit. Fiersa Besari mengungkapkan rasa syukurnya setelah melihat hasil rontgen kaki istrinya.

“Dokter menjelaskan tidak ada retak atau patah tulang. Sehingga Aqia gak perlu rawat inap atau operasi. Hanya beberapa hari ke depan kemungkinan akan terjadi pembengkakan akibat trauma pada otot,” jelas Fiersa Besari.

Meskipun tidak ada cedera serius seperti patah tulang, Aqia masih merasakan sakit ketika kakinya digerakkan dan harus menggunakan penyangga.

Advertisement

Proses Pemulihan yang Diperkirakan Lama

Fiersa Besari memperkirakan waktu pemulihan istrinya akan memakan waktu yang cukup lama. Prediksi dokter menyebutkan antara 3 hingga 6 minggu hingga Aqia benar-benar pulih.

“Untuk seseorang yang sedang gemar-gemarnya nge-gym dan tenis, Aqia pasti sedih,” ungkap Fiersa Besari, menyoroti betapa hobinya terhalang oleh cedera ini.

Kronologi Kejadian dan Reaksi Fiersa Besari

Peristiwa penabrakan terjadi saat Aqia bersama rekannya, Ubay, sedang menurunkan barang dari bagasi taksi. Sementara itu, Fiersa Besari sedang menggendong putri mereka yang masih tertidur lelap.

Fiersa Besari menceritakan bahwa pengemudi mobil yang menabrak istrinya adalah seorang pria berusia sekitar 60-70 tahunan. Fiersa mengaku sempat marah besar ketika mendengar ucapan si penabrak.

“Reaksi pertama saya adalah marah besar. Tapi, lebih marah lagi ketika bapak ini meremehkan kondisi dengan bilang, paling keseleo. Terus mau kasih Rp 200 ribu untuk damai. Meledaklah saya,” tegas Fiersa Besari, menceritakan kekesalannya atas sikap pelaku yang dianggap meremehkan insiden tersebut.

Advertisement