Berita

JPO Sarinah Rampung Akhir Februari, TransJakarta Pastikan Ada Fasilitas Lift

Advertisement

PT TransJakarta menargetkan pembangunan kembali Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Sarinah, Jakarta Pusat, akan selesai pada akhir Februari 2026. Perubahan desain signifikan diterapkan pada JPO baru ini, termasuk penambahan fasilitas lift untuk meningkatkan aksesibilitas.

Fasilitas Baru dan Dukungan Masyarakat

Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan dan Hubungan Masyarakat PT TransJakarta, Tjahyadi DPM, mengonfirmasi target penyelesaian tersebut. “Targetnya bisa selesai akhir Februari,” kata Tjahyadi saat dikonfirmasi pada Senin (12/1/2026). Ia menambahkan bahwa penambahan lift menjadi salah satu perubahan utama dibandingkan desain JPO sebelumnya. “Tentu ada perubahan, karena menggunakan lift,” ujarnya.

Tjahyadi juga menyampaikan apresiasi atas dukungan dan kesabaran masyarakat selama proses pembangunan. “Transjakarta berterima kasih atas dukungan dan kesabarannya,” ucapnya.

Respons Positif Warga

Pembangunan kembali JPO Sarinah mendapat sambutan positif dari warga. Banyak yang menilai JPO baru ini tidak hanya akan meningkatkan keselamatan pejalan kaki, tetapi juga berpotensi menjadi ikon baru kota jika dirancang dengan menarik.

Ahmad Fauzi (35), seorang pekerja di kawasan Sarinah, mendukung penuh rencana tersebut. Ia melihat Sarinah sebagai area dengan aktivitas tinggi, mencakup pusat perkantoran dan destinasi wisata, sehingga mobilitas pejalan kaki sangatlah padat. “Saya sih mendukung. Di sini kan istilahnya kawasan wisata iya, perkantoran juga, jadi banyak pejalan kaki,” kata Ahmad saat ditemui di kawasan Sarinah, Jakarta Pusat, Sabtu (10/1/2026).

Advertisement

Ahmad menilai JPO tetap relevan di tengah kepadatan lalu lintas dan dapat memberikan nilai tambah jika mengusung konsep modern. “Apalagi JPO bisa jadi ikon kota juga kalau desainnya bagus, misalnya kayak di kawasan HI atau Sudirman,” ujarnya.

Senada dengan Ahmad, Amir (57), pekerja lain di area tersebut, mengaku sering merasa waswas saat menyeberang jalan meskipun sudah ada pelican crossing. “Di sini lalu lintasnya padat, kendaraan cepat-cepat semua. Kalau ada JPO, pejalan kaki jadi lebih aman dan lebih tenang nyeberang,” ucap Amir.

Amir berharap JPO Sarinah nantinya tidak hanya aman, tetapi juga ramah bagi semua kalangan, termasuk penyandang disabilitas. Ia menekankan pentingnya pengelolaan dan pengawasan fasilitas. “Harus bersih, aman, ada lift atau eskalator. Jangan sampai malah jadi tempat orang buka lapak atau tunawisma. Jadi memang perlu dijaga,” katanya.

Pelican Crossing Tetap Berfungsi

Menanggapi potensi pro-kontra, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, pada Jumat (9/1) lalu menyatakan bahwa pelican crossing di Sarinah tidak akan ditutup setelah JPO selesai dibangun. “Memang saya juga sudah membaca pro-kontranya masyarakat yang apa kelompok pejalan kaki kan menginginkan lewat tetap jalan kaki di bawah. Jalan kaki di bawah kan tetap dibuka, kemudian di atas sebagai alternatif pilihan,” ujar Pramono di Puskesmas Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Advertisement