Berita

Kapolri, Mentan, dan Ketua Komisi IV DPR Resmikan Revamping Pabrik Amonia Pupuk Kaltim

Advertisement

Bontang, Kalimantan Timur – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bersama Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dan Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto meresmikan proyek revamping (peningkatan kapasitas) pabrik amonia 2 di PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT). Acara yang juga dihadiri Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud, Direktur Utama PT Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi, Sultan Kutai Kartanegara ing Martadipura ke-XXI Adji Mohammad Arifin, serta Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni, ini menandai langkah strategis dalam upaya mewujudkan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia.

MoU Distribusi Pupuk dan Efisiensi Produksi

Bersamaan dengan peresmian tersebut, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo juga menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan PT Pupuk Indonesia (Persero) terkait kerja sama pendistribusian pupuk. Penandatanganan ini merupakan bagian dari implementasi program Asta Cita yang dicanangkan pemerintah.

Kapolri menegaskan bahwa melalui MoU ini, distribusi pupuk akan dipastikan tepat sasaran hingga ke tangan petani yang membutuhkan dan tiba tepat waktu. “Kami melaksanakan penandatanganan MOU untuk pendistribusian pupuk, sehingga pupuk betul-betul bisa tepat sasaran sampai di masyarakat petani yang membutuhkan, dan harapan kita juga sampai tepat waktu,” ujar Jenderal Sigit di lokasi acara, Kamis (29/1/2026).

Ia menambahkan, keterlambatan distribusi pupuk bahkan hanya satu minggu dapat berdampak signifikan terhadap penurunan produktivitas pertanian. “Karena tadi disampaikan bahwa keterlambatan satu minggu, itu akan berdampak terhadap penurunan produktivitas, dan apabila dinasionalkan, itu merugikan 100 triliun,” imbuhnya.

Jenderal Sigit menyatakan kesiapan institusi Polri untuk terus mendukung program pemerintah dalam menyukseskan ketahanan pangan nasional. “Dan ini yang tentunya menjadi perhatian kita, sebagaimana arahan Bapak Presiden, kita sedang membuat roadmap ke depan. Selain untuk mewujudkan swasembada pangan, ke depan kita betul-betul bisa mewujudkan Indonesia menjadi salah satu negara yang menjadi lumbung padi dunia,” ucapnya.

Advertisement

Mantan Kabareskrim ini juga memerintahkan seluruh jajaran Polri untuk mengawal pendistribusian pupuk secara optimal. “Dan saya perintahkan seluruh jajaran untuk ikut mengawal terkait dengan distribusi pupuk sehingga tepat sasaran, produktivitas dari petani juga betul-betul optimal, dan pencapaian dan peningkatan swasembada pangan yang sebagaimana ditargetkan oleh Bapak Presiden betul-betul bisa berjalan dengan maksimal,” tegasnya.

Proyek Revamping Amonia 2

Proyek revamping pabrik amonia 2 PT Pupuk Kaltim ini memiliki tujuan strategis untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing. Proyek dengan nilai investasi Rp 900 miliar ini diharapkan dapat:

  • Menurunkan konsumsi energi sebesar 4 MMBtu/ton amonia.
  • Menurunkan emisi sebesar 110 ribu ton CO2 eq melalui penghematan penggunaan gas alam.
  • Meningkatkan daya saing produk melalui penurunan Harga Pokok Produksi (HPP) amonia sebesar 16 USD/ton dan urea 10 USD/ton.

PT Pupuk Kalimantan Timur, yang didirikan pada 7 Desember 1977, merupakan salah satu produsen pupuk urea dan NPK terbesar di Asia. Bisnis utamanya meliputi produksi dan penjualan pupuk urea, amoniak, dan NPK untuk pasar domestik maupun internasional.

Advertisement