Selebriti

Keluarga Mpok Alpa Siap Tuntut Manajer Lama Kembalikan Dana Rp 2 Miliar

Advertisement

JAKARTA – Keluarga almarhumah komedian Mpok Alpa, melalui suaminya Ajie Darmaji, berencana menempuh jalur hukum terhadap manajer lama mendiang yang berinisial T. Langkah ini diambil menyusul dugaan penyelewengan pendapatan Mpok Alpa senilai lebih dari Rp 2 miliar yang diduga tidak pernah disampaikan kepada almarhumah.

Kuasa hukum Ajie Darmaji, Zaki, mengungkapkan persoalan ini sebenarnya telah terjadi sejak kurang lebih tiga tahun lalu, saat Mpok Alpa masih hidup. “Permasalahan ini sebetulnya antara almarhum dengan manajer yang lama, inisialnya T. Ada beberapa pendapatan almarhum yang tidak disampaikan. Totalnya sekitar Rp 2 miliar sekian, itu dipakai dan tidak disampaikan ke almarhum,” kata Zaki saat ditemui di Cinere, Depok, Selasa (10/2/2026).

Zaki menyebut pihaknya kini tengah mempersiapkan langkah hukum, baik pidana maupun perdata. Persiapan ini dilakukan setelah seluruh proses penetapan ahli waris dan perwalian anak selesai. “Kebetulan kita sedang mempersiapkan langkah hukum untuk membuat laporan pidana ataupun gugatan perdata. Mungkin satu atau dua minggu lagi kita akan lapor,” ujarnya.

Ajie Darmaji menegaskan penyelesaian administrasi hukum keluarga menjadi dasar penting untuk menuntut hak anak-anak almarhumah. “Tunggu sampai ini selesai, penetapan ahli waris sudah selesai. Di sini ada hak waris anak-anak almarhum. Bayar dong uang yang kemarin kau pakai, yang tidak disampaikan ke almarhum. Di sini ada hak anak-anak,” tegas Ajie.

Pihak kuasa hukum menyebut dugaan penggelapan dana tersebut berlangsung cukup lama, dari tahun 2018 hingga 2023. Ajie memastikan pihaknya memiliki bukti lengkap terkait aliran dana tersebut. “Ada rincian print-printannya. Uang keluar-masuk ada semua. Buktinya kuat,” ujar Ajie.

Zaki menambahkan total kerugian yang tercatat mencapai sekitar Rp 2,1 miliar. “Salah satu tujuan penetapan ahli waris ini supaya kita bisa mengejar orang ini. Karena ada hak anak-anak almarhum di sini. Almarhum kerja keras, tapi pendapatannya tidak disampaikan,” jelasnya.

Menjawab pertanyaan mengapa kasus ini baru kembali mencuat, Ajie menjelaskan upaya penyelesaian sebenarnya sudah dilakukan sejak Mpok Alpa masih hidup, namun belum tuntas. “Sudah diproses. Kita sudah bikin addendum waktu itu. T bilang mau bayar cicil Rp 50 juta per bulan, tapi sampai sekarang tidak ada uang masuk sama sekali,” ungkap Ajie.

Advertisement

Menurut Ajie, perjanjian addendum tersebut lengkap dengan dokumen tertulis, namun tidak pernah dijalankan. Hingga kini komunikasi dengan T juga terputus. “Tidak bisa dihubungi. Kalau memang niat tanggung jawab, datang dong temui kita. Jangan sampai kita bikin ramai lagi. Tapi sekarang ini diperjuangkan oleh Bang Zaki dan tim. Dapat atau tidak dapat, yang penting orang ini harus bayar,” katanya.

Zaki juga menunjukkan adanya surat pernyataan jaminan yang dibuat oleh T. “Ini surat pernyataan jaminan. Total uang yang dipakai 2018 sampai 2023 lebih dari Rp 2 miliar. Ini pendapatan almarhum yang diduga disalahgunakan, dan ada tanda tangan dia,” ujar Zaki.

Ajie membantah isu yang menyebut T memiliki hubungan keluarga dengan Mpok Alpa. Menurutnya, T yang mencari Mpok Alpa saat itu. “Tidak ada hubungan saudara. Dari awal bukan dia yang cari job buat almarhum, tapi dia yang datang. Almarhum orangnya kasihan, dimanfaatin,” tegas Ajie.

Ia juga mengungkapkan T sempat memberikan jaminan berupa rumah, namun nilainya jauh dari total kerugian. “Terakhir dia menjaminkan rumah. Tapi harganya sekitar Rp 600 jutaan. Jauh, masih kurang sekitar Rp 1,5 miliar lagi,” kata Ajie. Rumah tersebut diketahui berada di wilayah Tangerang dan saat ini dalam kondisi kosong.

Ajie menegaskan langkah hukum diambil karena tidak adanya itikad baik dari pihak terduga. “Kita sudah musyawarah secara kekeluargaan, tapi tidak ada itikad baik. Sampai almarhum meninggal pun dia tidak datang. Kalau orang benar kan datang, musyawarah, ini nggak,” ujar Ajie.

Sementara itu, Zaki menekankan perjuangan ini dilakukan demi masa depan anak-anak Mpok Alpa. “Almarhum cari uang buat siapa? Buat anak-anaknya. Anak-anak ini butuh biaya sekolah ke depan, masih ada yang bayi dan balita. Itu hak anak-anak almarhum, makanya kita kejar,” pungkas Zaki.

Advertisement