Sepakbola

Liga Inggris 2026: Pemakaian Ban Kapten Pelangi Tidak Lagi Wajib, Kampanye Inklusi Tetap Berjalan

Advertisement

Liga Inggris pada musim 2025/2026 akan meluncurkan kampanye baru untuk mempromosikan inklusi LGBTQ+ pada Februari mendatang. Namun, berbeda dari musim sebelumnya, pemakaian ban kapten pelangi tidak lagi diwajibkan bagi para kapten tim.

Perubahan Kebijakan Kampanye Inklusi

Melansir dari The Athletic, kampanye inklusi LGBTQ+ tahun ini akan menuntut lebih sedikit partisipasi dari para pemain dibandingkan tahun sebelumnya. Kapten tim Liga Inggris tidak lagi diminta untuk mengenakan ban kapten bertema pelangi. Selain itu, pemain juga tidak akan diwajibkan mengenakan kaus pemanasan atau tali sepatu pelangi.

Meskipun demikian, Liga Inggris tetap berkomitmen untuk mendukung komunitas LGBTQ+. Dukungan akan tetap ditampilkan melalui branding pada pekan kampanye pertandingan, termasuk penggunaan papan iklan LED, alas bola, hingga papan jabat pertandingan.

Kontroversi Penolakan Ban Kapten Pelangi Musim Lalu

Pada musim 2024/2025, pemakaian ban kapten pelangi sebagai kampanye dukungan LGBTQ+ di Premier League sempat menimbulkan kontroversi dan penolakan dari beberapa pemain.

Salah satu penolakan yang menjadi sorotan adalah dari Kapten Ipswich Town, Sam Morsy. Ia menolak mengenakan ban kapten pelangi saat timnya bertanding melawan Nottingham Forest, dengan alasan keyakinan pribadi. Keputusan Morsy tersebut akhirnya dihormati oleh klubnya.

Advertisement

Berbeda dengan Morsy, kapten Crystal Palace, Marc Guehi, tetap mengenakan ban kapten pelangi saat menghadapi Newcastle United. Namun, yang menarik perhatian adalah tulisan “I Love Jesus” yang ia tambahkan pada ban kapten pelangi tersebut. Guehi kembali menunjukkan keyakinannya dengan menambahkan pesan keagamaan pada ban kapten pelangi yang dikenakannya saat berhadapan dengan Ipswich Town pada Rabu, 4 Desember 2024.

Pemain Manchester United, Noussair Mazroui, juga sempat menolak mengenakan jaket Adidas sebelum pertandingan melawan Everton musim lalu. Selang beberapa jam, tim memutuskan agar tidak ada pemain yang mengenakan pakaian olahraga tersebut, demi menghindari Mazroui menjadi satu-satunya yang tidak menggunakannya.

Sebelumnya, pemain Sheffield United, Anel Ahmedhodžić, juga menunjukkan penolakan tersirat pada akhir tahun 2023. Ia memilih memakai ban kapten biasa alih-alih yang bercorak pelangi saat menghadapi Liverpool dan Brentford. Meskipun media Inggris ramai memberitakan penolakan tersebut, Ahmedhodžić tidak memberikan komentar resmi.

Kampanye inklusi LGBTQ+ yang baru akan dilaksanakan mulai 6 hingga 13 Februari mendatang. Kampanye ini juga bertujuan untuk memperkuat sistem dan infrastruktur pendukung bagi staf maupun pemain tim yang membutuhkan dukungan terkait isu LGBTQ+.

Sumber: 90Menit.ID

Advertisement