Manchester United dilaporkan mengurungkan niatnya untuk melepas penyerang Joshua Zirkzee pada bursa transfer musim dingin Januari 2026. Keputusan ini diambil menyusul ‘krisis’ pemain di lini serang akibat kepergian beberapa pemain untuk memperkuat tim nasional di Piala Afrika.
Situasi Lini Serang MU
Kepergian Bryan Mbeumo (Kamerun) dan Amad Diallo (Pantai Gading) ke Piala Afrika membuat lini serang Manchester United semakin menipis. Situasi ini diperparah dengan Benjamin Sesko yang kerap dibekap cedera.
Saat ini, Manchester United hanya memiliki Benjamin Sesko, Matheus Cunha, dan Mason Mount sebagai opsi penyerang. Benjamin Sesko sendiri juga rentan mengalami cedera, sehingga ketersediaannya tidak bisa diandalkan sepenuhnya.
Joshua Zirkzee sebagai Solusi
Joshua Zirkzee, yang berposisi sebagai penyerang murni (tipe nomor 9), dinilai dapat menjadi solusi bagi masalah lini serang ‘Setan Merah’. Pemain berusia 24 tahun itu telah bergabung dengan Manchester United sejak musim panas 2024.
Meski lebih sering menghangatkan bangku cadangan dan kalah bersaing dengan Matheus Cunha yang terkadang diplot sebagai false nine, serta Benjamin Sesko yang lebih dipercaya, Zirkzee telah mencetak delapan gol dari 60 penampilan di berbagai kompetisi.
Minat AS Roma
Sebelumnya, AS Roma dikabarkan tertarik untuk meminjam Joshua Zirkzee pada Januari mendatang dengan opsi pembelian permanen. Namun, dengan keputusan Manchester United untuk mempertahankan Zirkzee, masa depan pemain tersebut di klub Italia itu kini menjadi tanda tanya.
Keputusan Manchester United untuk mempertahankan Zirkzee menunjukkan betapa krusialnya peran pemain tersebut dalam menghadapi padatnya jadwal dan potensi cedera pemain lain di paruh kedua musim.






