Kasus kematian tragis ibu dan dua anaknya di sebuah rumah kontrakan di kawasan Tanjung Priok, Jakarta Utara, masih menyisakan tanda tanya. Pihak kepolisian terus berupaya mengungkap misteri di balik peristiwa yang merenggut nyawa Siti Solihah (50), Afiah Al Adilah Jamaludin (28), dan Adnan Al Abrar Jamaludin (14) ini. Ketiga jenazah telah dimakamkan di TPU Rorotan, Jakarta Utara, pada Sabtu (3/1/2026).
Autopsi Selesai, Jenazah Diserahkan ke Keluarga
Kepala Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Brigjen dr Prima Heru, mengonfirmasi bahwa proses autopsi terhadap ketiga korban telah selesai dilaksanakan. “Jenazah sudah diautopsi dan sudah diserahkan ke keluarganya,” ujar Brigjen dr Prima Heru pada Sabtu (3/1).
Kesaksian Tetangga: Jasad Ditemukan di Ruang Berbeda
Aryuni Wulan Febri (51), seorang tetangga korban, menceritakan kronologi penemuan jasad. Ia menyebutkan bahwa ketiga korban ditemukan di lokasi yang berbeda di dalam rumah kontrakan tersebut. Dua jenazah ditemukan di kamar tidur, sementara satu jenazah lainnya berada di ruang tamu.
“Di kamar, kamar tidurnya masing-masing. Ibunya di kamar pertama, kakaknya yang perempuan di kamar kedua. Kalau adiknya yang kecil itu di ruang tamu, udah tergeletak semua,” tutur Wulan saat ditemui di kediamannya yang bersebelahan dengan rumah korban, Sabtu (3/1/2026).
Teriakan Histeris Anak Korban Saat Menemukan Jasad
Wulan mengaku berada di rumahnya tak lama setelah anak kedua korban, Khadafi, pulang kerja dan menemukan ibu serta dua saudaranya dalam kondisi meninggal dunia. Khadafi kemudian berteriak histeris, meminta tolong kepada Wulan.
“Nah, itu cuma saya lihat, cuma nggak menyapa, memang saya lihat aja gitu, oh masnya sebelah gitu. Pas sudah masuk, nggak lama sekitar 5 menit itu masnya teriak-teriak gitu. Saya kedengeran kan kirain saya mungkin berantem gitu,” kenang Wulan.
“Saya keluar, terus tanya, ‘minta tolong, Ibu, minta tolong dong, tolong, Ibu saya keracunan’ gitu. Saya kira, eh keracunan apa gitu kan. ‘Ibu lihat dulu’ gitu, ‘Ibu lihat dulu’ gitu,” tambahnya, menirukan ucapan Khadafi.
Mulut Korban Berbusa Saat Ditemukan
Saat ikut masuk ke dalam rumah untuk melihat kondisi korban, Wulan melihat mulut korban sudah berbusa. Namun, ia tidak memperhatikan detail kondisi tubuh lainnya karena fokus pada aduan keracunan.
“Saya nggak fokus ke situ. Karena fokus saya, karena kan aduannya ibunya keracunan. Jadi saya lihat kondisi ibunya aja. Nggak tahunya sudah berbusa, jadi saya nggak berani gitu. Nggak berani pegang atau masih hidup apa nggak, saya nggak berani kan. Harus keluar, saya panggil Pak RT dulu biar tahu kan,” jelasnya.
Wulan menambahkan bahwa korban baru mengontrak di wilayah tersebut sekitar lima bulan.
Anak Ketiga Selamat, Dilarikan ke Rumah Sakit
Dalam peristiwa ini, anak ketiga korban, Abdullah Syauqi Jamaludin (23), ditemukan selamat. Ia ditemukan dalam kondisi sadar namun tampak bingung dan pandangannya kosong.
“Jadi saya bilang, kenapa ini sama adiknya yang nomor tiga kan, ‘Nggak tahu’ katanya begitu. Yang Syauqi yang dibawa ke rumah sakit ya,” kata Wulan. Ia melihat Syauqi keluar dari bagian belakang rumah, kemungkinan dari kamar mandi.
Polisi Periksa 10 Saksi
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara, AKBP Onkoseno Grandiarso, menyatakan bahwa pihaknya telah memeriksa 10 orang saksi terkait kasus ini. “Ada 10 orang saksi (diperiksa),” ujar AKBP Onkoseno Grandiarso saat dihubungi, Minggu (4/1/2026).
Ketiga jenazah korban ditemukan di rumah di Warakas III Gang 10, Tanjung Priok, Jakut, pada Jumat (2/1). Sementara itu, Abdullah Syauqi Jamaludin langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif.






