Sepakbola

Pep Guardiola dan Fabian Hurzeler Bersitegang di Pinggir Lapangan Saat Man City Ditahan Brighton

Advertisement

Manchester – Ketegangan mewarnai laga lanjutan Liga Inggris antara Manchester City melawan Brighton and Hove Albion di Etihad Stadium, Kamis (8/1/2026). Manajer kedua tim, Pep Guardiola dan Fabian Hurzeler, terlibat perdebatan sengit di pinggir lapangan akibat tensi tinggi pertandingan.

Man City Gagal Raih Tiga Angka

Manchester City harus puas bermain imbang 1-1 melawan Brighton. Tim tuan rumah sempat unggul lebih dulu melalui eksekusi penalti Erling Haaland. Namun, gol balasan dari Kaoru Mitoma di babak kedua menggagalkan kemenangan yang sudah di depan mata The Citizens.

Perdebatan Panas Antar Manajer

Pertandingan ini diwarnai sejumlah momen di mana kedua manajer terlibat adu argumen. Pep Guardiola terlihat beberapa kali beradu mulut dengan juru taktik Brighton, Fabian Hurzeler. Perdebatan ini terutama terjadi sebelum Manchester City mendapatkan hadiah penalti dan setelah peluit akhir dibunyikan.

Guardiola sempat meluapkan kekesalannya karena wasit awalnya tidak memberikan penalti kepada Manchester City ketika Jeremy Doku dijatuhkan oleh Diego Gomez. Keputusan penalti baru diberikan setelah tinjauan Video Assistant Referee (VAR). Kemarahan Guardiola atas insiden tersebut bahkan berujung pada kartu kuning.

Advertisement

Hurzeler juga turut terlibat dalam perdebatan dengan Guardiola terkait keputusan kontroversial tersebut. Setelah laga usai, kedua manajer kembali terlibat dalam percakapan yang tampak intens.

Hubungan Tetap Baik

Meskipun terlibat dalam perdebatan sengit, Pep Guardiola menegaskan bahwa hubungannya dengan Fabian Hurzeler tetap baik-baik saja pasca pertandingan. “Sama sekali tidak. Semua baik-baik saja,” ujar Guardiola, dikutip dari Express.

Pernyataan Guardiola senada dengan komentar Hurzeler usai laga. Ia menjelaskan bahwa perdebatan yang terjadi murni karena terbawa emosi akibat tingginya tensi pertandingan. “Saya pikir, ketika pertandingan ketat, selalu emosional. Semua orang menyampaikan pendapatnya dan saya pikir itulah sepak bola,” jelas Hurzeler.

Advertisement