Turin – Juventus tengah menghadapi periode kelam di Liga Champions. Sejak musim 2018/2019, pencapaian terjauh Bianconeri hanya mencapai perempat final. Kini, tim asuhan Luciano Spalletti harus berjuang melalui babak play-off 16 besar melawan Galatasaray.
Leg pertama akan digelar di Ali Sami Yen Sports Complex RAMS Park pada Rabu (18/2/2026) dini hari WIB, sebelum Juventus menjamu Galatasaray di kandang sepekan kemudian. Pertandingan ini diprediksi tidak akan mudah bagi Juventus.
Catatan Buruk Melawan Galatasaray
Dalam enam pertemuan terakhir di Liga Champions melawan Galatasaray, Juventus hanya mampu meraih satu kemenangan. Tiga laga berakhir imbang, sementara dua lainnya berujung kekalahan. Catatan ini menjadi sinyal peringatan bagi skuad Spalletti.
Sejarah Kegagalan di Fase Gugur
Performa Juventus di Liga Champions belakangan ini memang memprihatinkan. Setelah terhenti di perempat final pada musim 2018/2019, Juventus kerap tersandung di babak 16 besar. Musim lalu, Juventus gagal melaju lebih jauh setelah disingkirkan PSV Eindhoven di babak play-off 16 besar.
Perlu dicatat, Juventus tidak berpartisipasi di Liga Champions musim 2023/2024 akibat sanksi. Pada musim 2022/2023, Juventus gagal menembus fase gugur setelah menduduki peringkat ketiga Grup H. Sementara itu, pada musim 2019/2020, 2020/2021, dan 2021/2022, Juventus selalu terhenti di babak 16 besar.
Komentar Pelatih
Luciano Spalletti menyadari tantangan yang akan dihadapi timnya. “Kami tahu kesulitan yang kami hadapi karena kami telah menonton pertandingan Galatasaray. Mereka adalah tim yang kuat dan kami datang ke sini dengan kepantasan untuk memainkan pertandingan ini,” ujar Spalletti.
Video terkait: Juventus Amankan Tiket Playoff Usai Hajar Benfica
Sumber: 90Menit.ID






