Pesulap Merah, yang dikenal dengan nama panggung Marcel Radhival, angkat bicara mengenai biaya pengobatan mendiang istri pertamanya, Tika Mega Lestari, termasuk penggunaan BPJS Kesehatan. Ia menjelaskan bahwa keputusan untuk menggunakan BPJS diambil atas saran dari tim medis di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS).
Penggunaan BPJS dan Estimasi Biaya Pribadi
“Jadi memang pada saat operasinya itu betul pakai BPJS, itu menurut saran dari dokter dari RSHS karena biar saya gak bingung, dokter gak bingung, biar ini bisa terlaksana maksimal katanya pakai BPJS saja,” ujar Marcel Radhival saat ditemui di kawasan Gandaria, Jakarta Selatan, Selasa (17/2/2026).
Marcel mengungkapkan bahwa ia sempat menanyakan estimasi biaya operasi pengangkatan kanker dan bedah plastik jika menggunakan dana pribadi. Perkiraan awal mencapai Rp 150 juta. “Perkiraannya Rp 150 juta. Saya tanya lagi, itu sudah ending atau ada kemungkinan lebih? Dokternya bilang ada kemungkinan lebih kalau ada operasi kedua, ketiga dan semacamnya. Kalau ada hal-hal yang tidak direncanakan terjadi maka akan ada biaya lebih,” tuturnya.
Namun, untuk biaya pemeriksaan awal seperti biopsi dan MRI, Marcel memenuhinya dengan dana pribadi. “Kalau biopsi, MRI itu dana pribadi saya. Habis pengecekan-pengecekan ke dokter bedah mulut kalau ditotal-total habis sekitar Rp 40 sampai 50 juta kurang lebih. Jadi untuk pengecekan-pengecekan pakai dana pribadi,” jelasnya.
Niat Ratu Rizky Nabila untuk Donor Kulit
Lebih lanjut, Pesulap Merah membeberkan niat Ratu Rizky Nabila, mantan istri keduanya, yang ingin mendonorkan kulitnya untuk Tika. Niat ini muncul karena Ratu Rizky Nabila merasa iba melihat kondisi Tika yang semakin memburuk.
Marcel menjelaskan bahwa pada operasi kedua, sebagian kulit bibir hingga pipi Tika harus diangkat dan diganti dengan kulit dari bagian tubuh lain. Mengingat kondisi Tika yang semakin kurus, Ratu Rizky Nabila khawatir ketersediaan kulit Tika tidak mencukupi untuk operasi lanjutan.
“‘Nanti di operasi ketiga kalau boleh Mas aku donorin kulit aku aja karena kasihan Tika nanti kalau diambil dari kulit mana lagi. Semoga cocok, kalau cocok gak apa-apa aku aja’,” ujar Marcel menirukan ucapan Ratu Rizky Nabila.
Kontroversi Operasi Ketiga dan Persetujuan Suami
Pesulap yang identik dengan rambut dan pakaian serba merah ini mengaku tidak mengetahui pelaksanaan operasi ketiga yang dijalani Tika. Ia juga menyatakan tidak dimintai persetujuan sebagai suami.
“Di operasi ketiga saya gak dikabari. Katanya itu dikabarin ke orang tua saya. Padahal setahu saya, peraturan di Indonesia ketika seorang wanita sudah punya suami dan mau dioperasi besar harusnya yang tanda tangan adalah suaminya, bukan keluarganya,” bebernya.
Marcel menambahkan bahwa ibunya sempat menyampaikan pesan dari Tika. “Ibu saya bilang sebenarnya Tika sempat bilang, ‘Jangan bilang Mas dulu operasi ketiga. Nanti kalau sudah sembuh saja baru ketemu lagi’,” katanya.
Ia sempat mempertimbangkan untuk menyalahkan keluarga Tika karena dianggap gegabah menyetujui operasi tanpa mempertimbangkan kondisi Tika yang menderita anemia aplastik, yang membuat penyembuhan lukanya lebih lama. Namun, ia memilih untuk tidak melakukannya.
“Sebenarnya saya juga bisa menyalahkan keluarganya. Kenapa kok asal setuju-setuju aja gak melihat kondisi Tika yang anemia aplastik itu penyembuhan lukanya lebih lama. Tapi kalau mau main salah-salahan bisa-bisa aja. Cuma kondisinya sudah seperti itu, takdirnya sudah seperti itu,” ungkapnya.
Menerima Takdir dan Nasihat Ulama
Pada akhirnya, Marcel Radhival memilih untuk menerima apa yang telah terjadi sebagai takdir. Ia mengaku mendapat nasihat dari para ustaz yang membuatnya lebih tenang.
“Mereka bilang ini kondisi terbaik karena Tika sudah gak bolak-balik rumah sakit lagi, gak perlu infus lagi, gak perlu tambah darah lagi. Jadi sabar saja, terima semua keputusan dari Allah,” tutup Marcel Radhival.






