Pesulap Merah, yang dikenal dengan nama asli Marcel Radhival, menghadapi penolakan dari keluarga mendiang istri pertamanya, Tika Mega Lestari, terkait keputusannya berpoligami dengan Ratu Rizky Nabila. Keluarga Tika merasa terkejut dan tidak menyangka Marcel akan menduakan cinta almarhumah.
Keluarga Mendiang Istri Terhasut Fitnah
Marcel Radhival mengungkapkan bahwa ia sempat mendapat respons tidak menyenangkan saat mendatangi rumah duka untuk menjelaskan keputusannya. Ia mengaku mendengar tudingan bahwa dirinya menjadikan mendiang Tika sebagai tumbal demi kesuksesan. “Ngapain sih dia ke sini? Tega-teganya dia menjadikan keponakan aing tumbal,” ujar Marcel menirukan ucapan salah satu anggota keluarga mendiang.
Tudingan lain yang dilontarkan adalah mengenai praktik pesugihan demi kesuksesan dan pernikahannya dengan Ratu Rizky Nabila. Sebagian keluarga dan rekan kerja almarhumah disebut sempat mempercayai isu tersebut, bahkan mengaitkannya dengan cincin yang dikenakan Marcel.
Menanggapi hal tersebut, Marcel menegaskan bahwa ia tidak percaya pada jin atau khodam. Ia menjelaskan bahwa penggunaan cincin perak di tangan kiri dengan batu menghadap ke dalam adalah contoh dari ajaran dan teladan Rasulullah SAW yang ia kagumi. “Saya pakai cincin ini karena Rasulullah SAW menggunakan cincin perak di tangan kirinya dan menghadap ke dalam batunya. Ini apa yang Rasulullah SAW ajarkan atau contohkan karena saya ngefans karena saya mengidolakan makanya saya mencontoh gitu. Jadi gak ada jin, gak ada khodam. Saya gak percaya,” tegasnya.
Tindakan Tegas dan Emosi yang Terpancing
Marcel menyatakan akan mengambil tindakan tegas terhadap penyebar fitnah tersebut. Ia juga menyebutkan bahwa beberapa anggota keluarga pria dari mendiang istrinya sempat terpancing emosi dan berniat menyerangnya. “Karena keluarganya nih ada beberapa keluarga pria yang nyerang saya nih, nyerang pengin mukul, tapi ditahan-tahan dan semacamnya. Karena percaya tuduhan dari dukun ini mungkin ya ada pikiran ke sana juga dan ketidaksetujuan dari poligami,” ujarnya.
Marcel merasa dijebak karena tidak dapat mensalatkan jenazah istrinya dan baru bertemu untuk terakhir kali di pemakaman. Ia mengaku telah berusaha membuka komunikasi dengan keluarga mendiang setelah pemakaman, namun hingga kini belum mendapat respons.
(fbr/pus)






