Jakarta – Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochammad Irfan Yusuf atau Gus Iran mengumumkan bahwa jumlah petugas haji yang berasal dari unsur TNI dan Polri pada tahun ini mencapai 183 orang. Angka tersebut merupakan peningkatan signifikan, hampir dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya berjumlah 75 orang.
Peningkatan Layanan Jamaah
“TNI-Polri hari ini kita ada 183 orang. Tahun kemarin ada 75, berarti ada kenaikan hampir, 100 persen lebih,” ujar Gus Iran di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (21/1/2026).
Gus Iran menjelaskan bahwa para petugas haji, termasuk yang berasal dari kalangan TNI-Polri, saat ini tengah menjalani pelatihan. Mayoritas dari mereka akan ditempatkan di unit Perlindungan Jamaah (Linjam).
“Dan di asrama haji sekarang sedang ada pelatihan, termasuk mereka juga ikut berlatih di sana. Mayoritas ada di Linjam, Perlindungan Jamaah,” jelasnya.
Lebih lanjut, Gus Iran menambahkan bahwa petugas TNI-Polri juga akan dilibatkan dalam pelayanan lansia, konsumsi, dan sektor lainnya. Hal ini dilakukan demi memastikan pelayanan kepada seluruh jamaah haji dapat berjalan secara maksimal.
“Karena kita ingin bahwa teman-teman TNI-Polri ada di beberapa layanan bisa terwakili semuanya,” tuturnya.
Perintah Presiden
Sebelumnya, Kementerian Haji dan Umrah memang berencana untuk menambah jumlah petugas haji dari TNI-Polri. Kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari perintah langsung Presiden Prabowo Subianto.
“Itu dari TNI-Polri seperti juga perintah Presiden, kita akan tambah supaya kemudian mereka bisa bertugas lebih baik, karena lebih prima biasanya petugas dari TNI dan Polri. Dan kita akan putuskan tambah petugas dari TNI dan Polri,” kata Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (4/12) lalu.






