Polda Metro Jaya mengungkap alasan dr Richard Lee belum ditahan meskipun telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan pelanggaran di bidang kesehatan dan perlindungan konsumen. Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Metro Jaya Kombes Reonald Simanjuntak menjelaskan bahwa penahanan tidak serta merta dilakukan hanya karena seseorang berstatus tersangka.
Penilaian Penyidik Menentukan Penahanan
Menurut Reonald, keputusan untuk menahan atau tidak seorang tersangka bergantung pada penilaian penyidik. Ada beberapa faktor yang dipertimbangkan, termasuk kekhawatiran tersangka akan melarikan diri, mengulangi perbuatannya, menghilangkan barang bukti, atau mempersulit jalannya penyidikan.
“Bahwa selagi penyidik itu tidak ada kekhawatiran yang bersangkutan melarikan diri, tidak ada kekhawatiran yang bersangkutan bakal mengulangi perbuatannya kembali, atau akan menghilangkan barang bukti atau mempersulit penyidikan, itu, maka kalau tergantung dari penilaian penyidik nanti,” ujar Reonald kepada wartawan, Rabu (7/1/2026).
Ia menambahkan bahwa jika tersangka bersikap kooperatif dan selalu hadir memenuhi panggilan penyidik, maka ada kemungkinan penahanan akan dipertimbangkan untuk tidak dilakukan. “Kalau tersangkanya kooperatif, ya, terus kapan dipanggil oleh kawan-kawan penyidik itu hadir, maka ada kemungkinan kawan-kawan penyidik itu akan mempertimbangkan untuk tidak dilakukan penahanan,” tuturnya.
Reonald menegaskan kembali bahwa penahanan bukanlah suatu kewajiban, melainkan sebuah opsi yang dapat diambil berdasarkan kebutuhan penyidikan. “Tapi nanti itu nanti tergantung dari penilaian kawan-kawan penyidik, ya. Apakah dibutuhkan untuk menahan yang bersangkutan atau tidaknya. Karena penahanan itu bukan wajib menahan, tapi bisa menahan,” jelasnya.
Pendalaman Kasus dan Jadwal Pemeriksaan
Lebih lanjut, Reonald menyatakan bahwa penyidik akan mendalami kembali pertanyaan-pertanyaan yang diajukan saat Richard Lee diperiksa sebagai saksi sebelumnya. Selain itu, pertanyaan baru juga akan ditambahkan jika memang diperlukan dalam proses penyidikan sebagai tersangka.
“Itu kan pemeriksaannya sudah sebagai tersangka. Jadi yang pasti, pemeriksaan yang bersangkutan sebagai pada saat dipanggil sebagai saksi, itu akan didalami lagi pertanyaan-pertanyannya,” imbuhnya.
Sebelumnya, Polda Metro Jaya telah menetapkan dr Richard Lee sebagai tersangka dalam kasus dugaan pelanggaran di bidang kesehatan dan perlindungan konsumen. Penetapan tersangka ini dibenarkan oleh Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Metro Jaya Kombes Reonald Simanjuntak.
Richard Lee dilaporkan oleh Dokter Dekektif (doktif) pada 2 Desember 2024 dengan nomor laporan polisi LP/B/7317/XII/2024/SPKT Polda Metro Jaya. “Perkara tersebut sudah dalam penyidikan dan kami sampaikan penetapan tersangka itu dilakukan penetapan pada 15 Desember 2025 pada saudara RL,” kata Reonald pada Selasa (6/1).
Richard Lee sendiri telah dipanggil untuk diperiksa dalam kapasitasnya sebagai tersangka pada 23 Desember 2025. Namun, ia mengajukan permintaan penjadwalan ulang pemeriksaan.






