Sebanyak 14 rumah di Jalan Karya Dalam III, Kelurahan Wijaya Kusuma, Grogol Petamburan, Jakarta Barat, dilaporkan hangus terbakar pada Rabu, 24 Desember 2025. Sejumlah warga yang terdampak harus mengungsi sementara ke masjid terdekat.
Kesaksian Warga Terdampak
Tiwi (35), salah seorang warga, mengungkapkan kesedihannya melihat rumah orang tuanya yang telah menjadi saksi bisu masa kecilnya ikut dilalap api. Rumah tersebut kini ditempati oleh kakaknya yang memiliki riwayat penyakit.
“Sebenarnya mah berantakan (hati) saya ngelihat keluarga begini. Saya kan memang posisi beda rumah ya. Berantakan saya, hancur. Sejujurnya saya hancur. Apalagi ngeliat kondisi rumah kita yang dari kecil, sudah tercipta dari lahir saya di situ kan. Itu kebetulan rumah orang tua. Lalu kita lihat seperti itu keadaannya, sakit, sedih,” ujar Tiwi.
Kakak Tiwi yang berada di lokasi saat kejadian mengalami syok berat dan langsung dilarikan ke RSUD Tarakan. “Posisi kakak saya langsung dilarikan ke IGD, langsung ke RSUD Tarakan. Kondisi dia memang sakit, emang punya riwayat sakit. Berhubung adanya kejadian tersebut, syok berat,” tuturnya.
Tiwi juga menceritakan bahwa tidak ada barang berharga yang berhasil diselamatkan, termasuk surat-surat penting. Sepeda listrik, barang elektronik, hingga sound system ludes terbakar.
“Itu semua nggak ada yang bisa diselamatkan. Di situ 1 unit sepeda listrik kena, terus barang-barang elektronik, sound system apa semua abis. Di dalam rumah itu abis semua, dari 2 lantai itu abis semua,” katanya.
Meskipun demikian, Tiwi bersyukur tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. “Alhamdulillahnya tidak ada korban jiwa, hanya ya dokumen-dokumen penting pun habis semua terbakar. Karena memang apinya tuh cepet,” sambungnya.
Harapan Bantuan Pemerintah
Tiwi berharap pemerintah dapat memberikan bantuan, terutama dalam pembangunan kembali rumah dan pengurusan dokumen yang hilang akibat kebakaran.
“Saya minta pertanggungjawabannya dari pemerintah seperti itu saja,” imbuhnya.
Evakuasi Saudara dan Tetangga
Surya (45), warga lainnya, menuturkan bahwa kebakaran tidak hanya menghanguskan rumahnya, tetapi juga rumah adik dan orang tuanya yang berada di lingkungan yang sama.
“Ini (rumah saya). Ini rumah adik saya yang belakang, itu yang tembok dari kabel sampai tembok beton sana tuh. Nah ini rumah ibu saya,” kata Surya sambil menunjuk lokasi rumah yang terbakar.
Ia mengaku fokus utama saat kejadian adalah mengevakuasi saudara dan tetangga yang memiliki riwayat penyakit atau lansia. “Kita kebetulan kan saudara banyak juga dimari. Jadi udah kita evakuasi dulu orang-orangnya. Kan ada yang sakit juga kan, nah itu yang penting kita evakuasi dulu. Sama orang-orang tua nih, lansia kan ada dua yang lagi pada sakit juga. Makanya dibawa dulu ke masjid, dievakuasi semuanya,” jelasnya.
Surya mengakui ada korban luka ringan akibat insiden tersebut, seperti tergores paku atau keseleo saat membantu evakuasi.
“Kalau korban luka ada. Untuk yang bantuin-bantuin evakuasi kan ada yang naik. Meskipun dia pakai sendal atau apa. Nancep-nancep paku. Ada yang ketiban-tiban kayu, keseleo. Banyak sih kalau untuk (korban) luka-luka. Cuma kalau untuk korban (jiwa) alhamdulillah nggak ada,” tambahnya.
Ia pun berharap pemerintah dapat segera memberikan bantuan pembangunan rumah bagi para korban.
“Ya tujuan kita udah pasti kalau sama pemerintah itu tujuannya ya rumah ini. Biar kita minimal nggak sepermanen mungkin tapi kita kan bisa ada yang bantu ngebangunlah. Itu aja. Supaya kita istilahnya bisa nggak kepanasan, nggak keujanan,” pungkasnya.






