Berita

Sampah Tangerang Selatan Dikelola Swasta di Cileungsi, Pemkot Jamin Sesuai Aturan

Advertisement

Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Benyamin Davnie memastikan bahwa sampah dari wilayahnya tidak akan dibuang ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) milik pemerintah daerah di Cileungsi, Kabupaten Bogor. Benyamin menjelaskan, sampah tersebut akan dikelola oleh perusahaan swasta.

Kerja Sama dengan Swasta

“Iya betul (dikelola pabrik kertas bukan dibuang ke TPA),” kata Benyamin kepada wartawan, Sabtu (10/1/2026). Ia menambahkan, kerja sama pengelolaan sampah di Cileungsi ini dilakukan langsung antara Pemerintah Kota Tangsel dengan pihak swasta. Perusahaan swasta yang terlibat disebut telah memiliki Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) serta izin lainnya.

“Di Cileungsi itu perusahaan swasta (pabrik kertas) yang sudah punya amdal dan izin lainnya. Jadi hubungannya pemkot dengan swasta,” jelasnya.

Koordinasi Teknis dengan Pemkab Bogor

Terkait koordinasi dengan pemerintah daerah setempat, Benyamin menyebut komunikasi akan dilakukan di tingkat teknis. Rencananya, koordinasi ini akan melibatkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tangsel dengan DLH Kabupaten Bogor.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kadiskominfo) Tangsel, TB Asep Nurdin, menegaskan bahwa pihaknya tidak melakukan kerja sama terkait pembuangan sampah. Namun, ia mengklarifikasi bahwa kerja sama yang dijalin adalah terkait pengolahan sampah dengan perusahaan swasta.

“Kami tegaskan bahwa Pemerintah Kota Tangerang Selatan tidak melakukan kerja sama pembuangan sampah. Yang direncanakan adalah kerja sama pengolahan sampah dengan perusahaan swasta yang berlokasi di kawasan Cileungsi, dengan sistem dan teknologi pengolahan yang mengurangi residu, serta tetap memenuhi seluruh ketentuan lingkungan hidup dan perizinan yang berlaku,” ujar Asep.

Ia memastikan Pemkot Tangsel akan segera berkoordinasi secara resmi dengan Pemerintah Kabupaten Bogor terkait perizinan. Koordinasi ini penting untuk menjaga transparansi dan memastikan tidak ada skema pembuangan terbuka.

Advertisement

“Pemkot Tangsel akan segera dan secara resmi melakukan koordinasi dengan Pemkab Bogor. Kami tidak akan mengambil langkah sepihak dan tidak akan memaksakan kerja sama tanpa adanya pemahaman serta kesepakatan bersama,” tegasnya.

Langkah Alternatif Pengelolaan Sampah

Meskipun demikian, Pemkot Tangsel telah menyiapkan langkah-langkah alternatif jika pengelolaan sampah tersebut belum dapat berjalan optimal. Di antaranya adalah:

  • Optimalisasi Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) dan bank sampah.
  • Memperkuat kerja sama pengolahan sampah dengan daerah lain.
  • Mempercepat pengurangan sampah dari sumbernya melalui penguatan pemilahan, bank sampah, dan pengolahan berbasis masyarakat.
  • Menyiapkan skema darurat tambahan, termasuk penyesuaian pola pengangkutan dan pengelolaan sementara, agar pelayanan publik tetap berjalan dan tidak terjadi penumpukan sampah di lingkungan masyarakat.

Konteks Masalah

Sebelumnya, Pemkot Tangsel berencana membuang sampah ke Cileungsi, Kabupaten Bogor, menyusul pengiriman sampah ke TPA Cilowong, Kota Serang, yang dihentikan sementara akibat protes warga. Rencana ini menimbulkan kekhawatiran, dan Pemkab Bogor mengaku belum mengetahui secara detail.

Kepala DLH Kabupaten Bogor, Teuku Mulya, menyatakan bahwa situasi ini merupakan kondisi darurat sampah bagi Tangerang Selatan. “Pertama bahwa memang ini darurat sampah. Itu Tangerang Selatan ada sampah tidak tahu buang ke mana sehingga bertumpuk-tumpuk di pinggir-pinggir jalan atau yang tempat yang tidak semestinya. Jadi seharusnya sebagai warga negara kita harus membantu, ini kita bicara normatif,” katanya pada Jumat (9/1).

Namun, Teuku Mulya menekankan bahwa masalah sampah harus dibicarakan secara matang dan meminta Pemkot Tangsel untuk berkoordinasi terlebih dahulu.

“Terkait hal insidentil ini karena mungkin mereka sangat insidentil tanpa melihat problem ke depan, mereka langsung menyatakan seperti itu tanpa berkoordinasi dengan pemerintah daerah tempat dia membuang,” ungkapnya.

Advertisement