Berita

Tabrak Lari Maut di Tambora Berakhir Tragis: Mobil Penabrak Tertemper Kereta di Mangga Dua

Advertisement

Sebuah insiden mengerikan terjadi di kawasan Mangga Dua, Jakarta Utara, pada Jumat (2/1/2026) dini hari. Sebuah mobil Mazda CX-5 terlibat kecelakaan dengan kereta api di perlintasan sebidang, setelah sebelumnya terlibat dalam aksi tabrak lari di Tambora, Jakarta Barat.

Kronologi Tabrak Lari di Tambora

Menurut Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Ojo Ruslani, mobil Mazda CX-5 bernomor polisi B-17940-JVH itu awalnya melaju di Jalan Tanah Sereal IV, Tambora, sekitar pukul 02.20 WIB. Kendaraan tersebut menabrak sejumlah pengendara motor dan pejalan kaki.

Di dekat sebuah minimarket, mobil itu menabrak motor yang dikendarai Rai Nazril Jibran (17) bersama dua rekannya, Valentino (19) dan Alfinza (16). Tak lama kemudian, mobil tersebut kembali menabrak motor lain yang dikemudikan Satrio (16) dan seorang pejalan kaki bernama M Devran (10).

“Selanjutnya menabrak kendaraan motor PCX Provit–belum diketahui nopolnya–yang dikendarai Satrio, selanjutnya menabrak pejalan kaki M Devran yang berjalan searah di depannya,” jelas AKBP Ojo.

Dua Tewas dan Tiga Luka Akibat Tabrak Lari

Akibat tabrak lari di Tambora, dua orang dilaporkan meninggal dunia dan tiga lainnya mengalami luka-luka.

  • Korban meninggal dunia di tempat kejadian perkara (TKP) pertama adalah Satrio, pengendara motor Honda PCX. Jenazahnya dibawa ke RSUD Tangerang.
  • Korban jiwa kedua adalah Valentino, penumpang motor yang dikemudikan Rai Nazril. Ia meninggal dunia saat menjalani perawatan di RSUD Tarakan.

Kedua korban meninggal mengalami luka serius pada kepala, kaki, dan tangan. Sementara itu, Rai Nazril, Alfinza, dan M Devran mengalami luka dan dirawat di RSUD Tarakan.

Mobil Penabrak Tertemper Kereta di Mangga Dua

Setelah insiden di Tambora, pengemudi mobil Mazda CX-5 tersebut tancap gas dan berusaha melarikan diri. Massa yang marah mengejar mobil itu hingga ke kawasan Mangga Dua, Jakarta Utara.

Sekitar pukul 02.35 WIB, mobil tersebut nekat menerobos perlintasan sebidang di Mangga Dua meskipun palang pintu sudah tertutup dan terdengar suara kereta api. Akibatnya, mobil Mazda CX-5 tertemper lokomotif KA 2510.

“Penabrak gunakan mobil Mazda lari ke wilayah Jakut dikejar massa, melawan arus, terobos palang pintu kemudian tersenggol kereta, kemudian diamuk massa,” ungkap AKBP Ojo.

Advertisement

Pergantian Pengemudi dan Pengakuan Sopir Kedua

Polisi mengungkap fakta baru bahwa pengemudi yang menabrak di Tambora bukanlah orang yang sama dengan yang mengemudikan mobil saat tertemper kereta.

“Penabrak orang di Tanah Sereal bukan JC, tapi rekannya JC,” kata AKBP Ojo, merujuk pada pengemudi kedua yang kemudian diketahui bernama JC.

Menurut AKBP Ojo, setelah insiden tabrak lari, terjadi pergantian pengemudi. Pengemudi awal melarikan diri, sementara JC mengambil alih kemudi karena merasa tidak yakin dengan rekannya.

“Karena kurang yakin JC kepada temannya, karena habis menabrak itu maka kemudi diambil alih oleh JC,” jelasnya.

Panik, Pengemudi Kedua Tabrak Kereta

JC yang panik setelah mengambil alih kemudi dan dikejar massa, akhirnya nekat menerobos perlintasan kereta api di Gunung Sahari, Mangga Dua. Ia menabrak lokomotif yang sedang melintas, padahal palang pintu sudah tertutup.

“Karena panik, maka JC saat melintas rel KA di Gunung Sahari menabrak lokomotif yang sedang melintas, padahal palang pintu KA sudah tertutup dan sudah terdengar tanda bunyi KA,” papar AKBP Ojo.

Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan pengejaran terhadap pengemudi awal yang melarikan diri.

Advertisement