Perseteruan antara komedian Sule dan Teddy Pardiyana kembali mencuat ke publik setelah Teddy mengajukan permohonan ke Pengadilan Agama (PA) Bandung terkait penetapan status hak ahli waris anak perempuannya, Bintang. Dalam perkara ini, pihak termohon adalah keluarga Sule, yakni Rizky Febian, Putri Delina, Rizwan Fadillah, Ferdinand Adriansyah, serta nenek mendiang Lina, Utisah. Langkah hukum ini kembali menyoroti kehidupan Teddy bersama Bintang setelah kepergian Lina.
Teddy Pardiyana mengungkapkan bahwa pengajuan permohonan ke pengadilan dilakukan setelah upaya komunikasi dan mediasi secara kekeluargaan tidak menemui titik terang. Hal itu disampaikannya dalam wawancara melalui Zoom, Sabtu (17/1/2026).
“Ya sebelumnya sih waktu pas sebelum 100 harinya almarhumah udah pernah mediasi beberapa kali buat ngobrolin hak waris atau apa. Cuman ya belum terealisasi sampai saat itu juga dari 2020. Terus sekarang udah 2026, karena ada kebutuhan buat administrasi Dede Bintang, akhirnya berinisiatif lewat hukum biar legal standing-nya lebih jelas. Saya kuasakan ke Bu Wati langsung,” ujar Teddy.
Ia juga menyebut kesibukan keluarga Sule menjadi salah satu kendala utama terhambatnya komunikasi selama ini. “Kalau secara kekeluargaan kemarin masih terhambat, misalkan jadwal nggak bisa, mereka syuting, sibuk. Kadang-kadang nggak ketemu sampai enam tahun itu. Jadi lebih baik lewat pengadilan biar penetapan legal standing-nya beres,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Teddy menjelaskan bahwa pengurusan status hukum tersebut berkaitan erat dengan kebutuhan pendidikan Bintang. Saat ini, putrinya telah berusia enam tahun dan bersiap memasuki jenjang pendidikan formal. “Sekarang kan masih TK, usianya enam tahun, kemarin 9 November 2025 ulang tahun yang ke-6. Setahun lagi mungkin masuk umur tujuh tahun,” tuturnya.
Teddy menegaskan bahwa langkah hukum ini bukan semata soal harta, melainkan untuk kelengkapan administrasi sekolah dan pendidikan sang anak. “Lebih ke kebutuhan administrasi sekolah dan pendidikan. Sekarang usianya sudah enam tahun, alhamdulillah,” katanya.
Menanggapi sorotan publik dan komentar warganet, Teddy mengaku tidak terlalu memusingkannya. Menurutnya, fokus utama adalah memperjuangkan hak dan kebutuhan Bintang. “Kalau soal netizen, saya kurang nanggapi mau bilang A, B, C. Selama haknya Dede Bintang dan kebutuhannya harus diperjuangkan, ya saya perjuangkan,” tegasnya.
Ia pun menutup pernyataannya dengan sikap santai terhadap beragam reaksi publik. “Kalau netizen ada yang suka atau nggak suka, mangga. Itu tergantung hati mereka. Saya juga nggak pernah ikut campur urusan hak waris keluarga netizen,” pungkas Teddy.






