Davos, Swiss – Presiden Prabowo Subianto menyempatkan diri mengunjungi Paviliun Indonesia di sela-sela Annual Meeting World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss. Kunjungan ini dilakukan tak lama setelah beliau menyampaikan pidato kunci di forum bergengsi tersebut.
Interaksi Santai di Paviliun Indonesia
Setibanya di Paviliun Indonesia, Presiden Prabowo disambut hangat oleh para pengunjung. Beliau menyapa dan bercengkerama dengan sejumlah Warga Negara Indonesia (WNI) serta tamu dari negara lain, termasuk delegasi dari Norwegia. Interaksi ini menunjukkan ketertarikan global terhadap peluang kerja sama dan investasi di Indonesia.
Momen kebersamaan dilanjutkan dengan sesi santai menikmati kopi hangat khas Indonesia bersama sejumlah Menteri Kabinet Merah Putih. Dalam obrolan tersebut, Presiden Prabowo membahas agenda yang baru saja diikutinya di Davos Congress Centre, khususnya mengenai pidato kunci yang disampaikannya dalam forum WEF.
Jajaran Menteri Hadir
Sejumlah menteri kabinet turut mendampingi Presiden dalam kunjungan ke Paviliun Indonesia. Mereka adalah:
- Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto
- Menteri Luar Negeri Sugiono
- Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM yang juga Ketua Badan Pengelola Investasi Danantara Rosan Perkasa Roeslani
- Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Viada Hafid
- Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya
Paviliun Indonesia: Promosi Investasi dan Kolaborasi
Paviliun Indonesia berfungsi sebagai platform resmi Indonesia dalam rangkaian Annual Meeting WEF 2026. Dengan tema “Indonesia Endless Horizons”, paviliun ini menjadi pusat promosi investasi, dialog kebijakan, dan kolaborasi strategis dengan komunitas global. Berbagai kegiatan seperti diskusi tematik, business matching, dan pertemuan bilateral diselenggarakan di sini.
Pidato Kunci di WEF: Fokus Pembangunan Nasional
Sebelumnya, pada Kamis (22/1/2026), Presiden Prabowo telah memaparkan arah dan program utama pemerintahannya dalam pidato di WEF Annual Meeting 2026. Beliau menyoroti pembentukan sovereign wealth fund Danantara Indonesia sebagai instrumen strategis untuk mendorong pertumbuhan dan industrialisasi nasional, serta sebagai fondasi kemitraan dengan investor global.
Presiden juga memaparkan kebijakan efisiensi fiskal yang menjadi landasan pembiayaan program prioritas. Dalam dua bulan pertama pemerintahannya, anggaran negara telah direstrukturisasi secara signifikan, memungkinkan peluncuran program makan bergizi gratis yang kini berkembang pesat. Selain itu, program pembangunan koperasi desa, modernisasi kampung nelayan, dan penguatan ekonomi rakyat turut dipaparkan sebagai strategi pemerataan nasional.






