Jakarta – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengerahkan 1.142 taruna dari berbagai satuan pendidikan vokasi untuk mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Provinsi Aceh dan Sumatera Barat. Sebanyak 300 taruna dilepas secara simbolis dalam Upacara Nasional Pelepasan Taruna KKP ke Sumatra yang digelar di Hanggar Skadron 45, Jakarta, pada Kamis (15/1/2026).
Fokus Pemulihan Menyeluruh
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian, yang juga menjabat sebagai Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana, menekankan pentingnya penanganan bencana yang tidak hanya berfokus pada pemulihan fisik. “Dalam situasi bencana, negara harus hadir secara nyata, cepat, dan terkoordinasi. Kehadiran taruna hari ini adalah wujud gotong royong nasional, bukan hanya bantuan kemanusiaan, tetapi juga penguatan karakter dan pengabdian generasi muda,” ujar Tito melalui keterangan tertulis, Rabu (14/1/2026).
Menurut Tito, kehadiran taruna KKP sangat dibutuhkan untuk membantu percepatan pemulihan, terutama dalam pembersihan lokasi yang tidak dapat dijangkau oleh alat berat. Hal ini sejalan dengan kebutuhan sumber daya manusia yang mendesak di lapangan.
Pendidikan Vokasi dan Kepedulian Sosial
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, yang turut memimpin pelepasan taruna bersama Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan Didit Herdiawan Ashaf, menjelaskan bahwa penugasan ini merupakan bagian integral dari pendidikan vokasi yang utuh. “Taruna KKP tidak hanya dipersiapkan menjadi SDM unggul di sektor kelautan dan perikanan, tetapi juga dibentuk untuk memiliki kepedulian sosial dan keberanian hadir di tengah masyarakat saat bangsa membutuhkan,” kata Trenggono.
Ia menambahkan bahwa misi ini menggabungkan kompetensi, karakter, dan empati sosial para taruna. Acara pelepasan tersebut dihadiri oleh unsur kementerian/lembaga serta perwakilan TNI/Polri.
Tugas dan Asal Taruna
Para taruna yang diterjunkan berasal dari satuan pendidikan vokasi KKP, meliputi Politeknik AUP, Politeknik Pangandaran, Politeknik Karawang, Politeknik Sidoarjo, Politeknik Dumai, serta SUPM Ladong dan Pariaman. Mereka akan bertugas secara bertahap dan terkoordinasi dalam berbagai kegiatan kemanusiaan, termasuk:
- Rekonstruksi fasilitas umum
- Rehabilitasi lingkungan dan permukiman
- Trauma healing
- Tugas kemanusiaan lainnya sesuai kebutuhan di wilayah terdampak
Seluruh pelaksanaan tugas akan mengedepankan aspek keselamatan, disiplin, serta koordinasi erat dengan Satgas dan pemerintah daerah setempat. Kehadiran mereka diharapkan dapat mempercepat pemulihan masyarakat, khususnya di wilayah pesisir dan sektor kelautan serta perikanan yang terdampak bencana.
Melalui misi kemanusiaan ini, KKP menegaskan komitmennya untuk mendukung kerja terpadu pemerintah dan menanamkan nilai pengabdian kepada generasi muda. Penyerahan tas kerja secara simbolis kepada perwakilan taruna oleh Mendagri, Menteri Kelautan dan Perikanan, Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan, serta Inspektur Jenderal TNI, menandai kesiapan mereka dalam menjalankan misi kemanusiaan di lapangan.






