Berita

1.204 Pompa Dikerahkan untuk Sedot Banjir di Sejumlah Wilayah Jakarta

Advertisement

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengerahkan sebanyak 1.204 unit pompa, baik permanen maupun bergerak, untuk menyedot genangan air di sejumlah wilayah yang terdampak banjir akibat curah hujan sangat lebat hingga ekstrem. Langkah ini diambil sebagai upaya mitigasi dan penanganan banjir di ibu kota.

Operasional Pompa untuk Atasi Banjir

Sebanyak 668 unit pompa permanen telah dioperasikan di 243 lokasi strategis di seluruh Jakarta. Sementara itu, 536 unit pompa bergerak dikerahkan untuk menjangkau area banjir yang tidak terjangani oleh pompa stasioner. “Pompa bergerak digunakan untuk menjangkau lokasi banjir yang tidak terlayani pompa permanen,” ujar Sekretaris Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta, Nugraharyadi, Jumat (23/1/2026), dilansir Antara.

Personel ‘Pasukan Biru’ Disiagakan

Selain armada pompa, Dinas SDA DKI Jakarta juga menyiagakan sekitar 3.880 personel yang dikenal sebagai ‘pasukan biru’. Mereka siap bergerak cepat untuk menangani potensi banjir rob di wilayah pesisir Jakarta. “Terdapat kurang lebih 3.880 personel pasukan biru yang disiagakan di lapangan sebagai langkah mitigasi banjir,” jelas Nugraharyadi.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berharap serangkaian upaya mitigasi ini dapat secara efektif mengatasi genangan yang timbul akibat cuaca ekstrem. Masyarakat diimbau untuk tetap berhati-hati dan waspada terhadap potensi genangan air.

Advertisement

Imbauan dan Informasi Banjir

Masyarakat juga diminta untuk memantau perkembangan Tinggi Muka Air (TMA) melalui situs resmi poskobanjirdsda.jakarta.go.id, aplikasi JAKI, atau menghubungi nomor darurat 112 jika menemukan kondisi yang memerlukan penanganan segera.

Sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta telah mengeluarkan peringatan dini terkait potensi hujan lebat hingga sangat lebat di wilayah DKI Jakarta yang diperkirakan terjadi pada tanggal 22 hingga 24 Januari 2026. Puncak potensi hujan sangat lebat hingga ekstrem diprediksi terjadi pada 22-23 Januari 2026, sementara hujan lebat hingga sangat lebat diperkirakan terjadi pada 24 Januari 2026. Kondisi cuaca ini berpotensi menimbulkan dampak hidrometeorologi, termasuk genangan hingga banjir di berbagai wilayah di DKI Jakarta.

Advertisement