Arsenal berhasil melaju ke babak semifinal Carabao Cup setelah menyingkirkan Crystal Palace dalam laga perempat final yang digelar di Emirates Stadium, Rabu (24/12/2025) dini hari WIB. Pertandingan harus diselesaikan melalui adu penalti setelah kedua tim bermain imbang 1-1 hingga akhir babak perpanjangan waktu.
Drama di Injury Time
Arsenal sejatinya nyaris memetik kemenangan di waktu normal. Keunggulan didapat melalui gol bunuh diri Maxence Lacroix pada menit ke-78. Namun, The Gunners harus menelan pil pahit ketika gawang mereka dibobol Marc Guehi pada menit ke-94, memanfaatkan situasi bola mati. Gol penyama kedudukan ini memaksa pertandingan dilanjutkan ke babak adu penalti.
Ketenangan Arsenal di Adu Penalti
Di babak adu penalti, Arsenal menunjukkan ketenangan luar biasa. Delapan penendang mereka sukses menjalankan tugas dengan baik. Sebaliknya, Crystal Palace harus mengakui keunggulan Arsenal setelah eksekusi Maxence Lacroix berhasil digagalkan oleh kiper Kepa Arrizabalaga.
Pujian Arteta untuk Tim
Pelatih Arsenal, Mikel Arteta, mengungkapkan rasa syukurnya atas perjuangan timnya. Ia memuji kohesi, energi, dan kualitas yang ditunjukkan para pemainnya, terutama mengingat banyaknya perubahan dalam susunan pemain.
“Saya sangat senang mempertimbangkan banyaknya perubahan di tim kami. Kohesi, energi, dan kualitas yang ditunjukkan tim melawan tim yang sangat-sangat rapi dan memberikan sedikit sekali peluang,” ungkap Arteta di situs klub.
Arteta mengakui bahwa timnya seharusnya bisa meraih kemenangan dengan margin yang lebih besar. Namun, ia juga menyadari bahwa lawan memiliki kualitas untuk memanfaatkan setiap peluang, terutama dari situasi bola mati.
“Kami menciptakan banyak kans dan marginnya seharusnya jauh lebih besar setelah 94 menit. Memang tidak terjadi, dan ketika itu terjadi, maka tim lain punya kualitas untuk melukai Anda lewat set-piece apapun dan kami kebobolan.”
Meskipun sempat merasakan kekecewaan akibat gol penyama kedudukan di menit akhir, Arteta mengapresiasi mentalitas timnya yang mampu bangkit dan menunjukkan ketenangan dalam adu penalti.
“Itu berat secara emosional untuk diterima, melihat bagaimana pertandingan berjalan. Tapi saya rasa kami tetap bertahan, menunjukkan ketenangan dan kualitas di adu penalti, dan saya juga sangat senang dengan Kepa, bahwa di akhir dia membuat penyelamatan sehingga kami lolos,” imbuhnya.






