Hujan deras yang mengguyur Kota Tangerang, Banten, sejak Kamis (22/1/2026) malam hingga Jumat (23/1/2026) pagi menyebabkan banjir di puluhan titik. Ketinggian air dilaporkan mencapai 1,2 meter di beberapa lokasi.
Puluhan Titik Terendam Banjir
Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Raden Muhammad Jauhari menyatakan, “Tercatat sebanyak 32 titik banjir dan genangan air tersebar di wilayah hukum Polres Metro Tangerang Kota.” Genangan air terpantau di sejumlah kecamatan, termasuk Benda, Ciledug, Cipondoh, Pinang, Jatiuwung, Sepatan, Pakuhaji, dan Teluknaga.
Ketinggian air bervariasi, mulai dari 5 cm hingga 120 cm. Kondisi terparah terjadi di Kelurahan Petir, Kecamatan Cipondoh, yang membuat akses Jembatan Bendungan Polor tidak dapat dilalui kendaraan roda dua. “Masih sama malah cenderung naik karena hujan lagi,” ujar Jauhari, merujuk pada ketinggian air yang tidak berkurang bahkan cenderung meningkat akibat hujan yang kembali mengguyur kawasan tersebut pada Jumat pagi.
160 Warga Mengungsi, Pohon Tumbang Timpa Rumah
Berdasarkan pemantauan, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa banjir ini. Namun, sebanyak 160 orang dari 16 Kepala Keluarga (KK) terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman. “Sebanyak 160 orang dari 16 Kepala Keluarga (KK) terpaksa mengungsi ke beberapa lokasi pengungsian yang telah disiapkan oleh petugas,” jelas Jauhari.
Selain banjir, cuaca ekstrem juga menyebabkan pohon tumbang di wilayah Pakuhaji, tepatnya di Kampung Kebon Cabe, Desa Gaga. Pohon jenis waru dengan tinggi sekitar 25 meter dan diameter batang 2 meter tumbang dan menimpa dua unit rumah warga. “Meski menimbulkan kerusakan materil, kejadian tersebut tidak menimbulkan korban jiwa,” bebernya.
Posko Siaga Bencana dan Upaya Penanganan
Pihak kepolisian bersama instansi terkait telah mendirikan empat posko siaga bencana. Lokasinya berada di Polres Metro Tangerang Kota, Kantor Damkar Kecamatan Benda, Kantor Satpol PP Kecamatan Teluknaga, dan Kampung Alar Indah, Desa Kohod, Pakuhaji.
Upaya penanganan yang dilakukan meliputi evakuasi warga terdampak, pengaturan dan pengalihan arus lalu lintas di titik-titik rawan, pembersihan pohon tumbang, koordinasi lintas sektor dengan pemerintah daerah, BPBD, PLN, serta stakeholder terkait. Selain itu, dilakukan patroli dan pengamanan rumah kosong, serta pemeriksaan medis dasar oleh puskesmas setempat.






