Banjir dilaporkan melanda sejumlah wilayah di Cilegon, Banten, pada Sabtu (31/1/2026). Akibatnya, jalan raya Cilegon-Anyer sempat tidak dapat dilalui oleh kendaraan. Ketinggian air di beberapa titik bervariasi antara 50 hingga 120 sentimeter, memaksa evakuasi sejumlah warga.
Kondisi Banjir di Ciwandan
Kepala Pelaksana BPBD Cilegon, Suhendi, menjelaskan bahwa banjir terjadi di Kecamatan Ciwandan. “Tinggi muka air kurang lebih 50 cm di Jl. Raya Anyer Km. 18 Ciwandan Kelurahan Tegal Ratu, Kecamatan Ciwandan Kota Cilegon Provinsi Banten (Depan Koramil 2307),” ujar Suhendi dalam keterangannya.
Jalan yang terendam banjir ini merupakan area yang kerap tergenang saat hujan deras mengguyur Cilegon. Buruknya kondisi drainase menjadi salah satu faktor utama penyebab genangan air.
Penyebab dan Dampak Banjir
Menurut Suhendi, penyebab banjir adalah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang menyebabkan saluran air atau drainase menyempit. “Penyebabnya hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, saluran air atau drainase menyempit,” jelasnya.
Selain jalan raya, Kelurahan Kepuh di Ciwandan juga terdampak banjir dengan ketinggian air mencapai 1,2 meter. Banjir di permukiman warga ini disebabkan oleh meluapnya kali di sekitar lokasi. “Penyebabnya hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan air kali meluap ke pemukiman warga. Tinggi muka air kurang lebih 1,2 meter, 10 kepala keluarga dengan jumlah 53 jiwa terdampak,” tambah Suhendi.






