Berita

Buaya ‘Lisa’ 1,5 Meter Resahkan SMAN 5 Depok, Sekolah Minta Evakuasi Mendesak

Advertisement

DEPOK – Kemunculan seekor buaya berukuran 1,5 meter yang kerap disapa ‘Lisa’ di belakang Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 5 Depok, Bojongsari, menimbulkan kekhawatiran serius. Pihak sekolah mendesak agar satwa liar tersebut segera dievakuasi demi keselamatan siswa.

Kekhawatiran Serangan Buaya

Juru bicara SMAN 5 Depok, Yasin, menyatakan keprihatinan mendalam terkait potensi bahaya yang ditimbulkan oleh buaya tersebut. Ia mengungkapkan bahwa aktivitas siswa di luar kelas, seperti senam pagi, jalan pagi, atau kegiatan kebersihan di sekitar area sekolah, berisiko tinggi jika buaya berada di dekat tepian kali.

“Tolong ditindaklanjuti. Khawatir, kan. Memang kadang beberapa ada aktivitas kita di luar sekolah, gerbang, gitu, sedang melakukan senam, jalan pagi, atau melakukan kebersihan. Khawatir (buaya) ada di pinggiran-pinggiran kali, anak-anak tidak mengetahui,” ujar Yasin kepada wartawan, Kamis (22/1/2026).

Ia menambahkan, potensi insiden yang membahayakan nyawa siswa menjadi ketakutan utama sekolah. “Yang pasti akan membahayakan, pasti akan merenggut nyawa anak-anak kami, nauzubillah. Kan kalau sampai memang itu terjadi, makanya kekhawatiran kami ya harus segera pihak terkait yang melakukan tindakan pada buaya ini,” tegasnya.

Pertumbuhan Buaya dan Kemunculan Berkala

Yasin menjelaskan bahwa buaya tersebut pertama kali terlihat sekitar lima bulan lalu dengan ukuran yang jauh lebih kecil, sekitar 25-30 cm. Pertumbuhannya yang pesat hingga mencapai 1,5 meter saat ini menjadi sumber kekhawatiran baru bagi lingkungan sekolah.

“Awal sih kalau saya melihat atau laporan dari warga SMA 5 ini kurang lebih kecilnya itu mungkin ada di panjang 25 sampai 30 cm dan memang bertumbuh sehat gitu ya (sejak 3-5 bulan lalu). Si buaya ini sampai sekarang mungkin hampir sudah 1 meter, bahkan 1,5 meter, untuk kondisi keberadaan si buaya ini dari segi bentuknya ya,” tuturnya.

Buaya ‘Lisa’ dilaporkan kerap muncul di belakang sekolah pada siang hari, terutama antara pukul 12.00 hingga 13.00 WIB. Aktivitasnya biasanya hanya berjemur di tepi sungai sebelum menghilang kembali.

“Umumnya keseringan memang munculnya (buaya) di siang hari dari jam 12 sampai jam 1 siang. Hanya sebatas berjemur, tidak melakukan aktivitas yang membahayakan si buaya itu. Dan kemudian tiba-tiba hilang begitu saja, balik lagi ke kandangnya atau memang mencari makan di tempat yang lain lagi,” jelas Yasin.

Advertisement

Harapan Tindak Lanjut Pemerintah Kota

Pihak SMAN 5 Depok telah mengambil langkah preventif dengan melaporkan kemunculan buaya kepada instansi terkait. Yasin berharap Pemerintah Kota (Pemkot) Depok segera memberikan perhatian serius dan menindaklanjuti laporan ini.

“Ya harapan kami memang seperti itu, segera pihak kota terkait, khususnya Kota Depok, ini melihat keadaan sekolah kami yang. Memang ya pertama yang banjir di setiap hujan itu pasti kita akan alami, yang kedua dengan keberadaan buaya ini ya khawatir memasuki kawasan ataupun lingkungan sekolah kami,” paparnya.

Upaya Damkar Terkendala

Menanggapi laporan tersebut, Kepala Bidang Pengendalian Operasional Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Depok, Tessy Haryati, menyatakan pihaknya telah melakukan pengecekan lokasi. Namun, upaya evakuasi terkendala oleh kesulitan menentukan lokasi pasti dan ketersediaan alat pendukung.

“Sudah pernah dicek oleh tim Damkar UPT Bojongsari. Kesulitan letak lokasi dan alat pendukung,” ujar Tessy.

Kepala UPT Damkar Bojongsari, Munadi, menambahkan bahwa saat timnya mendatangi lokasi, buaya tersebut tidak terlihat. Pihaknya kini tengah berkoordinasi dengan dinas terkait di Bogor untuk proses evakuasi lebih lanjut.

“Saat kami ke lokasi, buaya nggak terlihat. Dari Dinas sudah komunikasi dengan yang membidanginya di Bogor,” kata Munadi.

Advertisement