Sejumlah sopir angkutan kota (angkot) menggelar aksi demonstrasi di Balai Kota Bogor, Jawa Barat, pada Kamis (22/1/2026). Aksi ini dipicu oleh kebijakan penghapusan angkot berusia tua yang dinilai akan berdampak pada mata pencaharian para sopir.
Antisipasi Kepolisian
Menyikapi aksi tersebut, Kepolisian Resor Kota (Polresta) Bogor Kota telah menyiapkan sejumlah kendaraan untuk membantu mengangkut warga yang biasa menggunakan jasa angkot. Kapolresta Bogor Kota Kombes Rio Wahyu Anggoro menyatakan kesiapan polisi dalam mengamankan jalannya demonstrasi.
“Nanti kita siapkan, kita siapin semua. Kalau tidak terangkut, kita kembali dan diantar sampai pulang,” ujar Kombes Rio Wahyu Anggoro, Kamis (22/1/2026). Ia menambahkan bahwa demo berjalan tertib dengan pengamanan dari jajaran TNI.
“Jumlahnya sekitar 780 sekian. Kita tadi melihat mereka sangat baik menyampaikan aspirasi dan insyaallah ini berjalan tertib. Nanti apakah ada proses pertemuan di dalam, akan kita kawal,” jelasnya.
Kondisi Lalu Lintas Lancar
Kombes Rio juga memastikan bahwa tidak ada rekayasa lalu lintas yang signifikan akibat demo tersebut. Angkot-angkot peserta demo diarahkan masuk ke halaman Balai Kota Bogor, sehingga arus lalu lintas di sekitar lokasi tetap berjalan lancar.
“Alhamdulillah tidak ada pengalihan lalin (lalu lintas). Kita lihat lancar semua tadi mereka juga sudah berjanji kepada saya, Pak Dandim, agar aspirasi tetap terlaksana, maka kami masukkan ke dalam semua supaya tidak mengganggu aktivitas lalin,” bebernya.
Tuntutan Massa
Koordinator aksi, Ganda, menyampaikan tuntutan utama para sopir angkot terkait kebijakan penghapusan angkot tua.
“Kita minta kebijakan penghapusan angkot tua itu tidak usah. Kalau (angkot tua) dihapus, anak istri kita mau makan apa? Kalau (angkot tua) memang mau dihapus, kasih kami pekerjaan yang layak,” kata Ganda.
Para sopir juga menyuarakan kekhawatiran mereka terhadap program penggantian angkot dengan BisKita. Mereka berpendapat bahwa tidak semua sopir angkot dapat terakomodasi dalam program tersebut.
“Tidak semua sopir angkot bisa jadi sopir BisKita. BisKita cuma hitungan jari. Sedangkan kami sopir angkot semua ada ratusan orang sampai ribuan. Tidak mungkin BisKita menampung semua sopir angkot, sampai ribuan,” jelasnya.
Aksi demonstrasi ini diikuti oleh angkot dari berbagai trayek yang datang ke Balai Kota Bogor, menggunakan mobil komando untuk menyampaikan orasi mereka di depan gedung pemerintahan.






