Berita

Jubir Anies Baswedan Mundur dari Komisaris Jakpro Demi Bentuk Partai Politik

Advertisement

Jakarta – Sahrin Hamid, juru bicara Anies Baswedan pada Pemilihan Presiden 2024 sekaligus Ketua Umum Gerakan Rakyat, mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Komisaris PT Jakarta Propertindo (Jakpro). Keputusan ini diambil setelah dirinya diberi amanah untuk memimpin partai baru bernama Partai Gerakan Rakyat.

Fokus Pimpin Partai Politik

Surat pengunduran diri Sahrin telah disampaikan langsung kepada Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung. Keputusan ini diambil demi menjaga integritas Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan mematuhi ketentuan yang berlaku.

“Bahwa pada tanggal 18 Januari 2026 di Jakarta, di dalam Rapat Kerja Nasional I 2026 Gerakan Rakyat, kami ditetapkan sebagai Ketua Umum Partai Gerakan Rakyat periode 2026-2031 dan diberi mandat untuk menyusun kepengurusan partai di semua tingkatan,” ujar Sahrin kepada wartawan pada Kamis (22/1/2026).

Sahrin menjelaskan bahwa persyaratan untuk menjabat sebagai komisaris BUMD tidak memperbolehkan adanya keterlibatan dalam kepengurusan partai politik. “Persyaratan untuk menjabat komisaris tidak diperbolehkan berasal dari partai politik,” tuturnya.

Ia menambahkan bahwa mandat yang diterima untuk memimpin partai mengharuskannya segera berfokus pada pembentukan struktur partai di seluruh tingkatan. “Untuk menjaga integritas terhadap kepatuhan ketentuan hukum tersebut di atas, maka dengan ini saya menyatakan mengundurkan diri dari posisi sebagai Komisaris PT Jakarta Propertindo,” sambungnya.

Gerakan Rakyat Deklarasi Jadi Partai Politik

Organisasi masyarakat (ormas) Gerakan Rakyat secara resmi mendeklarasikan diri untuk bertransformasi menjadi partai politik pada tahun ini, setelah menggelar rapat kerja nasional. Salah satu aspirasi utama mereka adalah mendukung Anies Baswedan menjadi Presiden Republik Indonesia.

Advertisement

“Satu hal, kita menginginkan Indonesia lebih adil dan makmur dan yang kedua kita menginginkan bahwa pemimpin nasional kita nanti insyaallah adalah Anies Rasyid Baswedan,” ujar Sahrin Hamid, saat itu masih menjabat sebagai Ketum Gerakan Rakyat, dalam siaran langsung YouTube Gerakan Rakyat pada Minggu (18/1).

Sahrin menyatakan bahwa perjuangan Gerakan Rakyat sejak 2023 telah menumbuhkan harapan yang semakin tinggi. Ia menetapkan bahwa ormas ini akan resmi menjadi partai politik dengan nama Partai Gerakan Rakyat.

“Dan di awal 2026, kita mencatatkan bahwa persaudaraan atau perkumpulan Gerakan Rakyat ini, melalui rapat kerja nasional, telah menetapkan berdirinya partai politik dan partai itu adalah Partai Gerakan Rakyat,” katanya.

Ia mengakui bahwa proses pendirian partai politik bukanlah hal yang mudah. “Tentunya bukanlah sebuah perjuangan yang ringan. Kita semua sadar bahwa mendirikan partai politik di Indonesia ini dan mungkin bisa dicek di seluruh negara barangkali, pendirian partai politik di Indonesia adalah penuh dengan syarat-syarat yang mungkin sangat-sangat berat di muka bumi ini,” tambahnya.

Advertisement