Berita

Di Balik Layar Diplomasi Pendidikan: Prabowo Ajak Kampus Elite Inggris ke Indonesia

Advertisement

JAKARTA – Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Stella Christie, mengungkapkan cerita di balik layar upaya Presiden RI Prabowo Subianto dalam membawa sejumlah universitas papan atas Inggris ke Indonesia. Rencana ambisius ini ternyata telah dirancang sejak tahun 2025.

Diplomasi Pendidikan Presiden Prabowo

Presiden Prabowo Subianto memulai rangkaian kunjungan kerja ke luar negeri sejak 18 Januari 2026. Salah satu agenda pentingnya adalah kunjungan ke Inggris untuk bertemu dengan Perdana Menteri (PM) Keir Starmer dan Raja Charles III. Selain itu, Presiden Prabowo juga menjalin pertemuan dengan perwakilan dari berbagai universitas terkemuka yang tergabung dalam Russell Group.

Stella Christie membeberkan detail di balik layar diplomasi pendidikan tersebut saat pertemuan dengan para pimpinan kampus elit Inggris pada 20 Januari 2026. “20 Januari 2026, Bapak Presiden berdialog selama 2 jam dengan pimpinan top UK universities-the Russell Group (Cambridge, Oxford, Liverpool, LSE, UCL) untuk membawa mereka ke Indonesia. Rencana ini sudah dimulai sejak 30 Mei 2025, sewaktu Presiden Prabowo menerima delegasi Russel Group Universities UK dan Sir Steve Smith saat itu di Hambalang,” ungkap Stella, Minggu (25/1/2026).

Menurut Stella, Presiden Prabowo membuka lebih banyak akses bagi mahasiswa Indonesia untuk berkuliah dengan membawa universitas elite Inggris ke tanah air. “Bapak Presiden membuka lebih banyak akses berkuliah dengan membawa universitas elite UK ke Indonesia,” ujarnya.

Perencanaan Matang Sejak 2025

Proses perencanaan untuk mewujudkan visi Presiden Prabowo ini ternyata telah melalui berbagai tahapan intensif sejak tahun lalu. Stella merinci, perencanaan dengan pihak Inggris telah dilakukan pada beberapa tanggal penting di tahun 2025, yaitu 30 Mei malam, 28 Oktober, 17 November, dan 19 November. Perencanaan dilanjutkan pada tahun 2026 dengan agenda pada 14 Januari, 15 Januari, 22 Januari, hingga dua hari setelah arahan Presiden pada 20 Januari.

Advertisement

Upaya ini juga mencakup penyediaan 10.000 beasiswa bagi mahasiswa yang ingin menempuh pendidikan di kampus-kampus top Inggris yang rencananya akan hadir di Indonesia. “Perencanaan, termasuk penyediaan 10.000 beasiswa untuk berkuliah di UK University di Indonesia sesuai arahan Presiden, terus berlangsung,” jelas Stella.

Salah satu hasil nyata dari perencanaan ini adalah digelarnya webinar riset pertahanan bertajuk “Strategic Foresight and National Resilience” yang telah dimulai pada 14 Januari 2026 dan akan berlangsung hingga Juni 2026.

Harapan untuk Pendidikan Tinggi Indonesia

Stella Christie menyampaikan harapannya agar sektor pendidikan tinggi di Indonesia terus mengalami perkembangan pesat. “Ayo terus maju dalam pendidikan tinggi, sains, dan teknologi! Indonesia mendunia!” serunya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo juga telah mengumumkan rencana pemerintah untuk membangun 10 universitas baru di Indonesia. Saat ini, pemerintah sedang menjajaki kerja sama dengan universitas-universitas terkemuka dari Eropa, Inggris Raya, dan Amerika Utara untuk mewujudkan rencana tersebut. “Saya juga tengah membangun 10 universitas baru dan sedang berdiskusi dan bernegosiasi dengan universitas-universitas terbaik di Eropa, Inggris Raya, dan Amerika Utara untuk menjalin kemitraan dan menghasilkan universitas dan kampus berstandar internasional,” jelas Presiden Prabowo saat menghadiri World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss, seperti dilansir dari kanal YouTube resmi Prabowo Subianto.

Advertisement