Kekalahan Arsenal dari Manchester United di Emirates Stadium pada Minggu (25/1/2026) malam WIB menyisakan sorotan tajam terhadap performa tim. Meski sempat unggul, Meriam London akhirnya takluk dengan skor 2-3, sebuah hasil yang memicu kritik, terutama mengenai minimnya peran para pemimpin tim.
Pemimpin Tim Arsenal Dianggap Tak Terlihat
Usai pertandingan, salah satu poin krusial yang disorot adalah mengendurnya tekanan Arsenal terhadap Manchester United. Pasukan Mikel Arteta dinilai terlalu cepat kehilangan momentum, bahkan setelah gol bunuh diri Lisandro Martinez sempat membawa mereka memimpin. Tekanan yang seharusnya dijaga justru menguap, membuka celah bagi MU untuk bangkit.
Mantan gelandang Arsenal, Emmanuel Petit, secara spesifik menyoroti absennya peran kepemimpinan di lapangan. Menurutnya, pemain-pemain kunci seperti Declan Rice perlu menunjukkan lebih dari sekadar performa individu.
Pentingnya Mental Juara di Lapangan
Petit menekankan bahwa seorang pemimpin tim harus mampu membangkitkan motivasi rekan-rekannya, terutama dalam situasi genting. “Saya mengharapkan lebih dari para pemimpin tim ini. Saya suka Declan Rice, tapi Anda perlu lebih vokal di lapangan,” ujar Petit, seperti dikutip dari Metro.
Ia menambahkan, “Anda perlu menunjukkan sesuatu yang membuat rekan-rekan setim termotivasi. Kalau ingin jadi juara, bersikapkan seperti seorang juara di lapangan.” Pernyataan ini menggarisbawahi pentingnya aspek mentalitas dalam perburuan gelar.
Kekalahan Kandang yang Berulang
Petit juga mengungkapkan keterkejutannya melihat Arsenal kembali menghadapi kritik serupa, terutama terkait kekalahan di kandang sendiri. “Mereka kadang memang terlihat gugup, tapi ini pertama kalinya mereka kalah di kandang sendiri. Saya kaget orang-orang selalu menuding Arsenal dengan alasan yang sama dan sudah selalu begitu selama tiga musim,” imbuhnya.
Sorotan ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi bagi Mikel Arteta dan para pemainnya untuk membangun mentalitas juara yang konsisten di sisa musim.
Sumber: 90Menit.ID






