London – Enzo Maresca secara resmi mengakhiri masa baktinya sebagai manajer Chelsea pada hari pertama tahun 2026. Keputusan ini diambil meski Maresca baru menjabat selama 18 bulan, namun dikabarkan hubungan yang memburuk dengan pemilik klub menjadi faktor utama kepergiannya.
Perpisahan Tak Terduga di Tengah Musim
Meskipun berhasil membawa Chelsea kembali ke Liga Champions dan meraih dua trofi musim lalu, yakni Conference League dan Piala Dunia Antarklub 2025, Maresca merasa tidak betah lagi di klub. Keputusannya untuk hengkang di tengah jalan menimbulkan pertanyaan di kalangan penggemar dan pengamat sepak bola.
Ucapan Perpisahan dari Marc Cucurella
Menyusul pengumuman perpisahan tersebut, bek sayap Chelsea, Marc Cucurella, menyampaikan pesan perpisahan kepada sang manajer melalui akun Instagramnya. Cucurella mengungkapkan rasa terima kasihnya atas kesempatan dan kepercayaan yang diberikan oleh Maresca sejak hari pertama.
“Terima kasih atas segalanya tuan, juga untuk staf anda. Atas kinerja dan kepercayaan sejak hari pertama, dan juga semua memori,” tulis Cucurella dalam unggahannya, yang menyertakan foto kebersamaannya dengan Maresca. Ia menambahkan, “Berharap yang terbaik untuk anda ke depannya. Semoga beruntung, bos!”
Peran Penting Cucurella di Bawah Maresca
Cucurella sendiri mengalami peningkatan performa yang signifikan di bawah asuhan Maresca. Ia menjadi pemain kunci dalam penerapan taktik sang manajer, yang berkontribusi besar pada kesuksesan Chelsea meraih gelar Conference League dan Piala Dunia Antarklub 2025.
Performa Menurun Chelsea
Keputusan Maresca untuk pergi datang di saat performa Chelsea menunjukkan tren penurunan. Sepanjang bulan Desember, tim asuhan Cole Palmer dkk hanya mampu meraih satu kemenangan dari enam pertandingan Liga Inggris, dengan catatan dua kekalahan dan tiga hasil imbang.






