Erling Haaland tengah mengalami periode sulit dalam mencetak gol sejak akhir Desember 2025. Manajer Manchester City, Pep Guardiola, menilai bahwa ‘musuh’ terbesar Haaland saat ini adalah standar tinggi yang ia tetapkan sendiri.
Sejak awal musim, Haaland tampil impresif dan produktif di Liga Inggris. Hingga pekan ke-17 Premier League, penyerang berusia 25 tahun itu telah mengoleksi 19 gol. Namun, performanya mulai menurun sejak pertandingan melawan Nottingham Forest pada 27 Desember 2025.
Dalam delapan pertandingan terakhir, Haaland hanya mampu mencetak dua gol. Salah satunya adalah gol penalti yang memastikan kemenangan dramatis Manchester City atas Liverpool akhir pekan lalu. Gol tersebut diharapkan dapat menjadi momentum kebangkitan bagi Haaland.
Standar Tinggi Jadi Beban
Guardiola mengungkapkan bahwa Haaland kesulitan karena standar performanya yang sangat tinggi. Ketika momen sulit datang, pemain internasional Norwegia itu cenderung ‘terjebak’ oleh ekspektasi dan beban yang ia ciptakan sendiri.
“Masalah dengan Haaland adalah dia harus berurusan dengan angka-angkanya sendiri dan ekspektasi-ekspektasi. Saya selalu bilang ke dia untuk tak menaruh tekanan terlalu besar ke diri sendiri,” ujar Guardiola, dikutip dari BBC.
“Dia menempatkan tanggung jawab yang begitu banyak pada dirinya. Dia itu sosok yang sangat ingin membantu tim dan klub.”
Dorongan untuk Lebih Rileks
Guardiola berharap Haaland dapat lebih santai dan tidak terlalu membebani diri sendiri. Baginya, kontribusi pemain tidak melulu soal gol, tetapi juga kerja keras di lapangan.
“Dia bersikap tenang kok, tapi dia memang memberikan tekanan ke diri sendiri, dia tahu betapa butuhnya kami terhadap dirinya. Dia tak ingin mengecewakan tim, itu adalah sebuah atribut penting,” tambah pelatih asal Catalunya itu.
“Saya akan lebih suka seseorang yang tak peduli. Dia itu benar-benar kebalikannya, dia menderita saat tak mencetak gol.”
Guardiola menekankan pentingnya fokus pada proses. “Tak perlu menderita, lakukan yang terbaik. Berlarilah bersama tim dan hal lainnya tak penting lagi.”
Sumber: 90Menit.ID






