Selebgram Fujianti Utami Putri, yang akrab disapa Fuji, kembali mendatangi Polres Metro Jakarta Selatan pada Jumat (23/1/2026) untuk memantau perkembangan kasus dugaan penggelapan dana yang dilaporkannya sejak tahun lalu. Kehadirannya didampingi kuasa hukumnya, Sandy Arifin, serta kedua orang tuanya, Faisal dan Dewi Zuhriati. Fuji menunjukkan keseriusannya dalam mengawal kasus yang menyeret mantan rekan kerjanya tersebut.
Perkembangan Kasus dan Upaya Pelengkapan Berkas
Sandy Arifin menjelaskan bahwa kedatangan mereka kali ini bertujuan untuk menanyakan perkembangan terbaru dari penyidik. “Sudah ada perkembangan lebih lanjut karena beberapa saksi sudah dilengkapi semua. Nah, kita hari ini ingin menanyakan kekurangan dari klien kami apa saja yang harus kita lengkapi, apakah bukti ataupun saksi,” ujar Sandy Arifin di Polres Metro Jakarta Selatan.
Dampak Psikologis dan Trauma
Di balik ketegaran yang ditunjukkannya, Fuji tidak menampik bahwa kasus penggelapan dana ini telah memberikan dampak psikologis yang cukup mendalam. Ia mengaku sempat mengalami trauma hingga gangguan kecemasan akibat dikhianati oleh orang yang ia percaya. “Itu lumayan ya kena psikis dan mental, agak PTSD ((Post-Traumatic Stress Disorder) atau Gangguan Stres Pascatrauma, dikit tapi ya udahlah. Perbanyak liburan aja. Sempat gak nyaman gitu kalau misalnya lagi ada di area-area dekat rumah, kayak gelisah gitu lo. Kayak panik, panic attack,” curhat Fuji.
Trauma tersebut bahkan sempat membuat Fuji kesulitan menaruh kepercayaan kepada orang baru. Ia merasa selalu curiga terhadap niat tulus orang lain yang mendekatinya setelah peristiwa penipuan ini terungkap. “Gue kayak jadi takut sendiri gitu karena aku ngerasa aku udah ditipu sama beberapa orang, jadi ‘Ini ada yang tulus gak sih?’ gitu,” bebernya.
Sentilan untuk Terlapor dan Harapan Keadilan
Fuji juga memberikan sentilan pada pihak terlapor, menyatakan bahwa hingga kini tidak ada itikad baik atau komunikasi dari pihak yang ia laporkan terkait pengembalian dana yang diduga digelapkan. “Gak sih. Kayaknya sibuk main game Tetris kayaknya,” sindir Fuji.
Kini, mantan kekasih Thariq Halilintar itu hanya berharap agar proses hukum di Polres Metro Jakarta Selatan dapat berjalan cepat dan memberikan keadilan baginya. Ia ingin pelaku mendapatkan hukuman yang setimpal atas perbuatannya. “Pengen fokus keliling dunia sama pengen fokus ini kasus cepat selesai dan orangnya dapat hukuman korupsi yang lama,” harapnya.
Fujianti Utami melaporkan satu orang staf admin media sosialnya atas dugaan penipuan dan penggelapan dana. Dalam kasus ini, Fuji mengeklaim mengalami kerugian hingga mencapai Rp 1 miliar.






