Barcelona berhasil melaju ke babak 16 besar Copa del Rey setelah meraih kemenangan dramatis atas tim divisi dua, Racing Santander, pada Jumat (16/1/2026) dini hari WIB. Pelatih Barcelona, Hansi Flick, memuji sikap rendah hati dan keseriusan timnya sebagai kunci keberhasilan dalam pertandingan yang berlangsung alot tersebut.
Perlawanan Sengit di Markas Santander
Pertandingan yang digelar di markas Racing Santander ini terbukti tidak mudah bagi Barcelona. Tim tuan rumah memberikan perlawanan sengit, membuat Barcelona harus bekerja keras untuk meraih kemenangan. Dominasi Barcelona dalam penguasaan bola dan peluang tidak serta-merta membuahkan hasil mudah.
Racing Santander layak mendapat apresiasi atas penampilan mereka. Tim divisi dua itu menunjukkan keberanian dalam melakukan pressing tinggi, yang membuat Barcelona tidak nyaman. Selain itu, Santander juga beberapa kali menebar ancaman serius ke gawang Barcelona, mencatatkan tiga peluang tepat sasaran dan satu kesempatan besar.
Gol Penentu di Babak Kedua
Barcelona baru berhasil memecah kebuntuan di babak kedua. Ferran Torres membuka keunggulan pada menit ke-66, sebelum Lamine Yamal memastikan kemenangan dengan golnya pada menit ke-95. Gol-gol tersebut menjadi penentu kelolosan Barcelona ke babak selanjutnya.
Flick Apresiasi Mentalitas Tim
Usai pertandingan, pelatih Barcelona, Hansi Flick, mengakui bahwa tuan rumah tampil sangat merepotkan. Ia mengungkapkan rasa senangnya melihat timnya bermain dengan kerendahan hati melawan tim yang secara kasta berada di bawah mereka.
“Atmosfernya luar biasa dan lawan bermain bagus. Pada akhirnya, kami menang dan itu yang terpenting,” ujar Flick seusai pertandingan. Ia menambahkan, “Saya sangat menghargai tim-tim pemberani semacam ini, karena mereka tahu mereka tidak takut rugi apapun. Saya suka bagaimana Racing bertahan. Kami melihat gaya permainan mereka, mereka melakukan pressing tinggi, tetapi saya senang karena kami lolos ke babak selanjutnya.”
Flick menekankan bahwa kemenangan dalam pertandingan seperti ini tidak ditentukan oleh reputasi, melainkan oleh sikap dan mentalitas. “Pertandingan-pertandingan seperti ini tidak dimenangkan berdasarkan reputasi, tetapi berdasarkan sikap. Kami memiliki sikap yang hebat dan tim bermain sangat serius, dengan mentalitas yang tepat, dan itulah yang paling saya sukai,” pungkasnya.
(raw/adp)






