Berita

Indonesia Dekati Target Medali di ASEAN Para Games 2025 dengan 69 Emas

Advertisement

Kontingen Indonesia telah mengumpulkan 69 medali emas dalam ajang ASEAN Para Games 2025 yang diselenggarakan di Thailand. Raihan ini semakin mendekatkan Indonesia pada target medali yang ditetapkan, meskipun masih ada pertandingan yang akan berlangsung hingga hari esok.

Hingga Jumat (23/1) pukul 23.00 WIB, Indonesia tercatat mengoleksi 69 emas, 75 perak, dan 69 perunggu. Jumlah ini hanya selisih 13 emas, dua perak, dan delapan perunggu dari target awal yang dicanangkan.

Perolehan Emas dari Berbagai Cabang Olahraga

Penambahan 28 medali emas pada hari ketiga perebutan medali ini merupakan hasil dari prestasi gemilang sejumlah cabang olahraga. Tim para atletik berhasil menyumbangkan 27 emas, dan masih berpeluang menambah pundi-pundi medalinya dari target 25 emas yang ditetapkan.

Prestasi serupa juga ditorehkan tim para renang, yang telah mengumpulkan 15 emas, hampir dua kali lipat dari target awal delapan emas. Cabang olahraga boccia dan para judo juga menunjukkan performa yang sangat baik, bahkan telah melampaui target medali yang ditetapkan di Thailand. Boccia meraih dua emas, sementara para judo mengoleksi empat emas.

Posisi Indonesia dalam Klasemen Medali

Dengan total raihan 69 emas, 75 perak, dan 69 perunggu, Indonesia kokoh menduduki peringkat kedua dalam klasemen medali ASEAN Para Games 2025. Posisi puncak masih ditempati oleh tuan rumah, Thailand, yang telah mengumpulkan 109 emas, 101 perak, dan 84 perunggu.

Sementara itu, Malaysia yang menjadi pesaing utama Indonesia dalam perebutan posisi kedua, baru mengumpulkan 33 emas, 33 perak, dan 43 perunggu. Filipina berada di urutan keempat dengan 26 emas, 22 perak, dan 27 perunggu, disusul Vietnam dengan 24 emas, 29 perak, dan 23 perunggu.

Apresiasi dan Optimisme Chef de Mission

Performa impresif para atlet Indonesia mendapatkan apresiasi tinggi dari Chef de Mission (CdM) Indonesia, Reda Manthovani. Ia optimistis target runner-up di ASEAN Para Games 2025 dapat tercapai, mengingat masih banyaknya medali yang diperebutkan, terutama dari cabang-cabang olahraga potensial Indonesia.

“Kalau melihat selisih medali yang lumayan jauh, saya yakin (target runner up terpenuhi). Apalagi cabor unggulan kita masih banyak yang belum dimainkan (nomor pertandingan), seperti bulu tangkis dan catur. Lalu, boccia dan tenis meja juga masih ada. Deposito kita masih banyak,” ujar Reda Manthovani dikutip pada Sabtu (24/1/2026).

Reda berharap perbedaan raihan medali antara Indonesia dan Thailand tidak terlalu signifikan. Ia menegaskan bahwa tim akan berupaya keras untuk meminimalkan selisih tersebut. “Insya Allah tetap bertahan di peringkat kedua dan kita upayakan selisih medalinya tidak terlalu jauh dengan Thailand,” ucap Reda Manthovani.

Advertisement

Boccia Berambisi Lampaui Target

Pada perebutan medali hari Jumat (23/1), cabang olahraga boccia memberikan kejutan, khususnya pada kelas BC2 putri. Atlet berusia 15 tahun, Intan Cahaya Putri, yang baru bergabung dengan tim senior, berhasil menembus partai final BC2 perorangan putri. Pertandingan final ini menjadi ‘All Indonesia Final’ karena penguasa kelas BC2 putri, Gischa Zayana, juga berhasil mencapai final.

Dalam duel antara senior dan junior tersebut, Gischa yang merupakan atlet jebolan Paralimpiade 2024, meraih kemenangan tipis dengan skor 4-3. Koordinator pelatih boccia Indonesia, Islahuzzaman Nur Yadin, memberikan pujian atas perjuangan Intan.

“Usianya baru 15 tahun, makanya programnya masih panjang. Kemarin saat di Dubai (Asian Youth Para Games 2025), dia dapat medali emas. Kita menargetkan Intan bisa ikut mendampingi Gischa untuk lolos ke Paralimpiade (2028),” ucap Islahuzzaman.

Terkait raihan sementara dua medali emas, dua perak, dan tiga perunggu, Islahuzzaman mengaku puas. Namun, ia tetap mendorong para atlet untuk meraih medali tambahan di nomor-nomor tersisa. “Kalau dari segi target, puas sih. Cuma kita masih berusaha untuk meraih yang lebih baik lagi. Mudah-mudahan besok (Sabtu), di nomor team dan pairs, kita bisa nambah. Mudah-mudahan bisa final lagi,” ucap Islah.

Perjuangan Handayani Meraih Emas Boccia

Secara terpisah, peraih medali emas cabor boccia, Handayani, mengungkapkan kebahagiaannya setelah menjadi yang terbaik di kelas BC1 perorangan putri. Dalam partai final melawan wakil Malaysia, Angeline Melissa Lawas, Handayani menyebut pertandingan berjalan sangat ketat.

“Pertandingan yang sangat luar biasa karena kita berdua pasti sama-sama menginginkan medali emas. Alhamdulillah saya bisa membalikkan skor, sampai harus tie break, extra time, untuk akhirnya bisa mendapatkan emas,” jelas Handayani.

Handayani mempersembahkan medali emas ini untuk seluruh masyarakat Indonesia. Ia menegaskan bahwa prestasi ini tidak akan membuatnya berhenti untuk terus bekerja keras. “Target berikutnya ASIAN Para Games 2026. Insya Allah ke Nagoya. Semoga bisa podium, bisa medali,” ungkap Handayani.

Advertisement