JAKARTA – Insanul Fahmi mengungkapkan rasa kerinduannya yang mendalam kepada anak-anaknya. Situasi ini timbul akibat perpisahannya dengan sang istri, Wardatina Mawa, yang membuat pertemuan dengan buah hati menjadi jarang.
Meskipun demikian, Insanul Fahmi masih berupaya menjaga komunikasi dengan anak-anaknya melalui panggilan video. Namun, ia mengaku sedih karena interaksi tersebut tidak bisa menggantikan kehadiran fisik.
“Sempat sekali sih sekali, tetapi ya, sedih sih sebenarnya sedih dia,” ujar kuasa hukum Insanul Fahmi, Tommy Tri Yunanto, di kawasan Jakarta Barat, Minggu (22/2/2026).
Insanul Fahmi menyatakan keinginannya untuk dapat bertemu dan bermain bersama anak-anaknya secara leluasa. Sayangnya, waktu yang diberikan untuk bertemu justru sangat terbatas.
“Kayak kemarin sebenarnya sempat ketemu sekali, tetapi cuma 20 menit saja,” ucap Insanul Fahmi pada kesempatan yang sama.
Menurut Insanul Fahmi, anak-anaknya juga menunjukkan kerinduan yang sama. Hal itu terlihat dari reaksi anak-anaknya yang langsung memeluk erat saat bertemu.
“Aku pengin ada waktu quality time bareng kayak begitu. Karena, dia (anak) kemarin pas ketemu itu langsung peluk aku erat begitu kan, peluk kuat, kayak pengin main-main, pengin bareng-bareng lah begitu kan sama aku,” kata Insanul Fahmi.
Sebagai suami siri Inara Rusli, Insanul Fahmi terus berupaya agar haknya untuk bertemu anak tetap terpenuhi. Ia bahkan berencana untuk mendatangi Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas Anak) jika Wardatina Mawa tidak memberikan keleluasaan lebih dalam pertemuan anak.
“Makanya dalam beberapa waktu ini, kalau misalnya memang masih belum ada respons buat ketemu anak kayaknya aku sama Bang Tomi (kuasa hukum) pengin tegas ke Komnas. Tetapi sebenarnya itu mungkin opsi terakhir karena kita nggak pengen dramanya panjang,” ungkap Insanul Fahmi.
Ia berharap situasi dapat segera membaik sehingga kerinduannya terhadap anak dapat tersalurkan dengan baik.
“Keinget pasti ada kangen pasti ada begitu kan, cuma ya mau gimana lagi, kan. Kadang-kadang terlalu dipikirin juga jadi stres, jadi (gak) bagus,” tuturnya.






