Ciamis – Presenter Irfan Hakim akhirnya buka suara setelah dihujat oleh sejumlah netizen. Ia dituding membela penyanyi Denada terkait isu yang tengah beredar. Irfan Hakim yang saat ini berada di Ciamis, membuat video klarifikasi melalui akun Instagram pribadinya.
Bingung dengan Hujatan Netizen
Bapak lima anak itu mengakui banyak hujatan yang mengarah kepadanya. Ia merasa bingung mengapa persoalan tersebut menjadi ramai dan mengarah kepadanya.
“Sejujurnya gue juga bingung, kok mengarahnya jadi ke sini ya? Gue ceritain, gue tahu lo semuanya kecewa. Kesannya gue menormalisasikan tentang hubungan ibu-anak, anak-ibu yang tidak jelas,” kata Irfan Hakim dalam video klarifikasinya, Sabtu (31/1/2026).
Ia menyebut hal tersebut terjadi karena adanya framing atau pembingkaian isu yang sengaja dibuat oleh pihak tertentu. Irfan menegaskan bahwa wawancaranya dengan Hotman Paris di program FYP dilakukan pada 20 Januari 2026.
Waktu itu, kata Irfan, pertanyaan netizen masih seputar mengapa Denada baru di umur 24 tahun bertanya dan meminta tanggung jawab kepada sang ayah. Pertanyaan lain yang muncul adalah mengenai tanggung jawab anak yang seharusnya dibebankan kepada ayah, serta apakah itu benar anak Denada.
“Terus saya juga bertanya, ‘Kenapa Bang Hotman?’ Orang-orang juga bertanya, kenapa ke ibunya, tidak ke bapaknya? Bang Hotman pun menjelaskan, jika lahir dari sebuah pernikahan resmi, maka bapak yang tanggung jawab. Jika misal diduga lahir dari luar nikah, berarti ibu yang tanggung jawab,” sambung Irfan Hakim.
Klarifikasi Waktu Wawancara
Irfan Hakim merasa ada yang membingkai seolah-olah wawancaranya dengan Hotman Paris dilakukan setelah Ressa Herlambang berbicara di podcast Densu. Padahal, wawancara tersebut terjadi lebih dulu.
“Kesannya gue berkomentar mengenai pengakuan rasa, terus gue menyaksikan dan juga gue berada di salah satu pihak. Dengar ya, jika ibu tidak mengurus anaknya, salah. Begitu pun, jika ada komunikasi yang kurang baik antara ibu dan anak, anak dan ibu, itu juga salah,” tegas Irfan Hakim.
Ia menegaskan bahwa dirinya merasa bersyukur karena bisa mendengar dari kedua belah pihak. Irfan menyatakan bahwa Denada berhak memberikan klarifikasi sesuai versinya.
“Mungkin gue diberikan kesempatan mendengarkan dari dua belah pihak. Gue melihat pengakuan dari podcast itu, gue pun menerima cerita dari pihak Denadanya yang belum bisa disebarluaskan dan saya tidak berpihak kepada salah satu pun,” ungkapnya.
“Karena menurut saya, apa yang disampaikan oleh Denada, apa yang disampaikan oleh Ressa, itu hak mereka untuk bersuara. Apakah yang disampaikan itu benar? Tidak pernah ada yang tahu. Sayangnya, statement Denada atau cerita Denada kepada saya dan teman-teman circle kecilnya, ya kami, tidak bisa mengatakannya, tidak bisa mengukapkannya,” tutup Irfan Hakim.






